Jum. Jul 10th, 2020

Soal Pembakaran Replika Pocong Bertuliskan nama Ali Mazi, Ketua GMNI Kendari Geram

1 min read
img-20200501-wa0032

SULTRALINE.ID, KENDARI – Aksi demonstrasi penolakan kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari negara China, pada Selasa (23/06/2020) lalu di gerbang perbatasan Ranomeeto, Konsel dan Kota Kendari menuai banyak kecaman. Dimana dalam demonstrasi tersebut ada pagelaran atribut aksi pembakaran replika pocong yang bertuliskan Ali Mazi.

Kecaman pun diutarakan oleh Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kota Kendari, Abdul Wahab. Ia menilai bahwa pagelaran replika pocong tersebut terkesan subjektif. Lebih menyerang private atau pribadi dari seseorang. Mengingat bahwa nama yang bertuliskan Ali Mazi pada replika pocong tersebut merupakan pimpinan 01 Sultra, yakni sebagai Gubernur.

Abdul Wahab geram terhadap perilaku oknum yang memperagakan itu dan di umbar di sosial media. “Seharusnya sebagai kalangan akademisi sebagai pengkritik, tidak elok jika dalam penyampaian aspirasi membawa-bawa sentimen terhadap seseorang, apalagi merendahkan marwah seorang pemimpin skala Gubernur,” ujarnya, kepada media ini, Senin (29/6/2020)

“Saya meminta kepada pihak kepolisian wilayah daerah Sulawesi Tenggara agar memproses kasus pembakaran replika pocong, paling tidak oknumnya dapat meminta maaf atas perilaku yang tidak baik itu,” sambungnya.

Masih kata ia, jangan sampai dengan kejadian itu, dapat menimbulkan keresahan bagi publik, semisal keluarga dari Ali Mazi atau orang-orang dekatnya. Lanjutnya, upaya-upaya provokator seperti kejadian serupa sangat tidak diinginkan sebagai kaum milenial. “Yang kami inginkan adalah bagaimana stabilitas sebuah daerah tetap terjaga dengan baik dalam keberlangsungan hidup masyarakat Sultra,” tutupnya.

Untuk diketahui, gejolak penolakan kedatangan TKA China masih terus disuarakan sejumlah elemen.

Laporan : Fitra Wahyuni

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *