SULTRALINE.ID, MUNA – Salah satu Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dapil Sulawesi Tenggara (Sultra) Wa Ode Rabia Al Adawia, SE, M.B.A dalam kunjungan kerjanya di Negara Kroasia, mempromosikan salah satu kearifan lokal dari Masyarakat Muna Sulawesi Tenggara yaitu kain tenun Masalili yang di kemas dalam bentuk Sarung, Kain Motif dan Ikat Kepala, yang merupakan ciri khas Suku Muna.
Putri Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ir. Ridwan Bae ini mengungkapkan bahwa Kain Tenun Masalili di Promosikan bukan hanya di Indonesia tetapi di Luar Negeri seperti Kroasia, Prancis, Amerika dan beberapa negara di Eropa dan Amerika. Kain tenun Masalilipun pernah tampil di Paris Fashion Week di Prancis.

Sebagai Dewan Perwakilan Daerah Sulawesi Tenggara, dan juga Putri Mantan Bupati Muna dua periode ini mengungkapkan rasa syukurnya karena Pemerintah Kroasia sangat terpukau dengan hasil kerajinan tangan masyarakat Sulawesi Tenggara, yang mana kain Tenun Masalili ini dibuat dengan tangan – tangan yang terampil dan menggunakan alat-alat yang sederhana dalam membuat kain tenun.

Dalam promosi di Kroasia ini Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan, SE, M.B.A menampilkan Kain Motif Ledja, dimana kain berwarna dasar kuning dengan bentukan tenun keemasan bernama kala – kalawara yang berarti Kunang – Kunang. Selain Motif Ledja ada juga kain Motif Baralu yang berwarna dasar hijau yang di peruntukan bagi kaum Bangsawan di Muna. Untuk Ikat Kepala Khas Muna ( Kampurui ) dengan belahan lebih tinggi pada sebelah kanan di pakai oleh golongan Sara, sedangkan Kampurui dengan belahan lebih tinggi pada sisi kiri dipakai oleh golongan Bangsawan.
“Harapan saya sebagai perwakilan daerah di Senayan dari Sultra, marilah kita bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan promosi kearifan lokal daerah yang ada di Sulawesi Tenggara, sehingga bisa di Kenal di Manca Negara, karena kearifan lokal seperti kain tenun Masalili ini sangat menarik dan unik bagi wisatawan Eropa dan Amerika,” kata Rabia saat di Konfirmasi lewat WhatsApp dan telepon selulernya, Rabu 29 Maret 2023.


Laporan: Citizen jurnalis Ando Hasrin
Editor: Irdwan Jeko



































