Jum. Sep 18th, 2020

Sekretaris Rajiun Center: Pernyataaan Jubir Tim RE Kurang Referensi Sekaligus Bentuk Kepanikan

1 min read
img-20200908-wa0052

SULTRALINE.ID, KENDARI – Pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna semakin hari semakin memanas, bukan hanya calon yang berlawanan namun tim masing-masing calon juga saling perang gagasan.

Terbaru, terkait pernyataan Juru bicara (Jubir) tim pemenangan pasangan calon (Paslon) dengan akronim TERBAIK (TEruskan Rusman – BAchrun pIlihan Kita), Sahrul di salah satu media yang meminta kepada LM. Rajiun Tumada dapat menahan ego dan hasrat politiknya agar sementara waktu tidak “seliweran” di Kabupaten Muna.

Atas statement tersebut, langsung ditanggapi balik Tim RAPI melalui La Ode Agus Salim selaku Sekretaris Rajiun Center.

Menurutnya, sepertinya jubir Rusman Emba (RE) sedang kekurangan referensi dan tidak dalam kondisi pikiran yang jernih ketika melontarkan pernyataan yang menyatakan bahwa Rajiun diminta untuk tidak melakukan kunjungan lapangan di wilayah-wilayah basis pemenangan RAPI (LM Rajiun Tumada-La Pili).

“Apakah ini merupakan bentuk kepanikan terhadap LM Rajiun Tumada sehingga menyebar opini yang tidak berdasar atas pemikiran yabg jernih dalam menghadapi tim simpatisan RAPI,” ujarnya, kepada media, Rabu (16/9/2020).

“Jika betul jubir tim Rusman Emba melontarkan pernyataan kepedulian terhadap masyarakat secara keseluruhan maka sebaiknya jubir tersebut menegur paslon dukungannya agar mematuhi protokol kesehatan ketika mengunjungi orang-orang yang berdomisili di luar daerah,” cetusnya.

Lanjut ia, hal ini seperti bahasa pepatah semut di seberang lautan terlihat sementara gajah di pelupuk mata tidak terlihat. “Ini kan aneh dari jubir RE seolah mau melemahkan tim Pemenangan Rapi, dengan ingin menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 kepada Masyarakat Pencinta Rajiun (MPR) seolah tidak mengikuti protokol kesehatan dan realitanya mereka sendiri yang mengabaikan protokol kesehatan,” ujarnya pria yang kerab disapa Agus ini.

Ia menegaskan pernyatan jubir RE tersebut terkesan menginginkan bawa Masyarakat Pencinta Rajiun di positif kan terpapar kena covid19 agar mereka lebih bereksperimen dalam melakukan selebrasi untuk mewujudkan sahwat politik mereka.

“Covid-19 tudak mesti di politisi karena penyakit itu tidak di tau datangnya dan penyakit itu harus dilawan bukan dijadikan instrumen penyaluran rasa benci kepada seseorang, sehingga Jubir RE perlu di tes kejiwaannya karnya melontarkan sesuatu hanya berdasarkan pola fikir pribadinya,” pungkas Alumni UHO ini.

Sekedar informasi, Pilkada Kabupaten Muna nampaknya akan diikuti dua Paslon saja mengingat yang mendaftar ke KPU Muna hanya dua yakni LM Rajiun Tumada-La Pili dan LM Rusman Emba-Bachrun Labuta. Dimana dijadwalkan Penetapan Paslon pada 23 September 2020, serta pengundian nomor urut calon pada 24 September 2020.

Laporan : TIM