SULTRALINE.ID, KENDARI – Puluhan pengurus Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2023-2026 resmi dilantik oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dr. Ir. Haris Muhammadun, ATD., M.M., IPU yang mewakili Ketua Umum MTI Pusat, Tory Damantoro, ST., MSc., MPPM, di salah satu hotel ternama di Kota Kendari, Senin 26 Februari 2024.
Sekjend MTI Pusat, Haris Muhammadun mengatakan sangat bangga dengan hadirnya MTI Sultra, namun ia berharap MTI Sultra bisa menjawab tantangan untuk mencapai Indonesia emas 2045 yang salah satunya pertumbuhan ekonomi
“Olehnya itu pertumbuhan ekonomi bisa capai apabila tranportasi nya maju karena trasnportasi urat nadi perekonomian kita, sehingga MTI Sultra yang memiliki sumber daya yang luar biasa ikut memajukan perekonomian nasional,” katanya
Menurutnya, ide dan gagasan MTI sangat diperlukan Sinergi Mewarnai Kemajuan Transportasi Indonesia yang ada di Sultra, sehingga Indonesia emas 2045 bisa tercapai.
Haris juga berharap MTI Sultra mampu memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah khususnya dalam memperbaiki permasalahan transportasi yang ada yakni persoalan kendaraan angkutan barang yang mengangkut muatan melebihi dari kapasitas kendaraan atau biasa disebut ODOL (Over Dimension Over Loading).
“ODOL yang selalu terjadi di daerah manapun yang ada di Indonesia, itu salah satu yang bisa diberikan ide dan gagasan yang disampaikan ke pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Kota di Sultra guna mengatasi hal tersebut. Yang kedua masalah kecelakaan lalu lintas yang selalu terjadi bahkan sangat tinggi angkanya, sehingga ini perlu ada edukasi kepada masyarakat karena 80 persen kecelakaan lalu lintas terjadi karena human eror, sehingga MTI hadir memberikan pembelajaran kepada masyarakat,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua MTI Sultra 2023-2026, Prof Dr. Adris A Putra mengucapkan terima kasih telah dilantik. Menurutnya sebagai organisasi profesi tentunya bisa memberikan kontribusi nyata untuk daerah.
Kata Adris pihaknya sudah melakukan kerja-kerja khususnya penegakan ODOL yang memang selalu terjadi.
“Ini sudah kita lakukan agar menghindari kerugian daerah soal permasalahan jalan kita, karena ODOL ini sangat berdampak terhadap cepatnya kerusakan jalan kita, kemudian kita juga melakukan sosialisasi terkait kecelakaan lalu lintas khususnya pada pelajar-pelajar sehingga kedepannya resiko kecelakaan lalu lintas bisa berkurang,” katanya.
Ia menambahkan pihaknya sudah membangun sinergi yang baik dengan pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota.
“Sinergi dengan pemerintah sangat bagus karena selama ini MTI selalu dilibatkan dalam mengatasi permasalah trasnportasi yang ad di Sultra,” tambah Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik UHO ini.

Untuk diketahui, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) didirikan di Jakarta pada tanggal 12 Desember 1995, merupakan organisasi profesi yang menghimpun para pakar, akademisi, praktis dan birokrat yang terdorong oleh kesadaran tanggung jawab sosialnya sebagai anggota masyarakat, Berkehendak dan bertekad untuk mendukung dan menempatkan diri sepenuhnya dalam pembangunan transportasi nasional yang berkelanjutan. Keanggotaan MTI telah tersebar di 21 wilayah di Indonesia dan memiliki 9 Forum Diskusi Transportasi.
MTI memilih tujuan diantaranya: Menumbuh kembangkan tenaga profesi di bidang transportasi; Meningkatkan penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang transportasi; Berperan aktif dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan transportasi yang berkesinambungan; Menjadi mediator berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) di bidang transportasi.
MTI sendiri sudah melahirkan banyak tokoh yang salah satunya Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono yang merupakan mantan Ketua Umum MTI.
Editor: Irdwan Jeko



































