Sen. Mei 25th, 2020

Pokja Pengadaan Barang Jasa di Butur Diduga Bermain Mata?

1 min read
(Ketgam : Ilustrasi)

(Ketgam : Ilustrasi)

SULTRALINE.ID, KENDARI – Kelompok kerja (Pokja) pengadaan barang jasa Buton Utara (Butur) diduga melakukan evaluasi diluar mekanisme dan aturan main.

 

Hal itu disampaikan direktur Sultra Budget Center (SBC), Nukman di salah satu warung kopi di Kendari, Kamis (21/05/2020).

 

Dia menjelaskan bahwa Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau Pokja ULP Pengadaan yang akan melaksanakan pengadaan secara elektronik dibentuk untuk menghindari persekongkolan antara penyedia barang jasa dengan Pokja. Namun, terkadang hal itu terabaikan.

 

LPSE dikembangkan dalam rangka menjawab tantangan persaingan sehat dan pelaksanaan pengadaan barang jasa yang berdasarkan prinsip ekonomis, efektif dan efisien.

 

Metode pemilihan penyedia barang/jasa secara elektronik yang sudah digunakan saat ini adalah e-lelang umum (e-regular tendering). Metode pemilihan lainnya akan diterapkan secara bertahap sesuai dengan pengembangan sistem dan aplikasi pengadaan elektronik serta kerangka hukum yang menopangnya.

 

“Pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-pengadaan) akan meningkatkan transparansi, sehingga persaingan sehat antar pelaku usaha dapat lebih cepat terdorong. Dengan demikian optimalisasi dan efisiensi belanja negara segera dapat diwujudkan,’ jelasnya.

 

Lanjut ia, Nah, beberapa fakta yang di temukan pada Pokja pengadaan barang jasa di Butur tidak menjalankan sesuai aturan main yang ada.

 

Pihaknya mendapatkan hasil evaluasi untuk pemenang yang lulus sudah beredar sebelum pengumuman hasil evaluasi.

 

“Berdasarkan hasil investigasi yang kami lakukan ada dugaan penyedia yang dimenangkan tidak memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam dokumen lelang, tetapi oleh pokja dipaksakan untuk menang. Diduga hal itu dilakukan karena adanya intervensi saat tahap evaluasi,” bebernya.
“Kami duga kuat kalau Pokja bermain mata dengan salah satu penyedia. Mereka tidak lagi independen dalam mengambil keputusan dalam memenangkan penyedia tertentu. Olehnya itu kami menyarankan kepada Pemda Butur agar tidak bermain – main,” duga ia.

 

Dia juga menyampaikan bahwa setelah hari raya idul fitri, Sultra Budget Center akan melaporkan hal itu di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

Hingga berita ini ditayangkan awak media ini masih mencoba menghubungi pihak terkait, namun belum mendapatkan konfirmasi.
Laporan : TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *