SULTRALINE.ID, KENDARI – Sebagai bentuk memperingati hari sumpah pemuda yang ke 92 tahun, Explor Sultra DPD Buton Tengah melaksanakan kegiatan dialog kepemudaan seribu goa, yang di hadiri oleh 100 peserta dengan tetap mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19, di Kota Kendari, Rabu (28/10/2020) malam.
Ketua umum explor Sultra DPD Buton Tengah, Rusiana, mengatakan, pihaknya juga mengundang beberapa pemateri dari kalangan wisatawan, akademisi dan advokat hukum yang di pandu oleh moderator Ahmad Sirajuddin dari pegiat literasi Sultra. Dengan mengangkat tema kegiatan yang tidak lepas dari peran pemuda, kearifan lokal dan polemik Omnibus Law.
“Untuk pemateri kedua dari kalangan wisatawan Ganda Suhendra, S.E. menyatakan bahwa sebagian pemuda itu harus ambil bagian penting seperti dalam pengembangan bahasa karena itu adalah bentuk kearifan lokal. Supaya kita sebagai pemuda tidak kehilangan identitas diri,” katanya.
Lebih lanjut, kata ia, pemateri ketiga dari kalangan advokat hukum yang menyampaikan terkait omnibuslaw dalam peran pemuda dalam pengembangan kearifan lokal ? Sebenarnya omnibuslaw di buat dengan niat yang baik untuk rakyat.
“Tapi caranya yang salah karena banyak merusak kepentingan umum, untuk saya sendiri tidak sepakat dengan adanya omnibuslaw. Saya tidak memprovokasi teman-teman tapi mari kita ke MK sama-sama,” ucapnya menirukan ucapan pemateri ketiga.
“Sementara pemateri pertama, dari kalangan akademisi, Mohammad Rais, S.Pi,M.Si mengatakan sebelum terlalu jauh kita bahas kita kembali ke pemuda. Apa pemuda itu, pemuda yang saat kita lihat demo-demo. Sebenarnya begini tidak perluh kita lakukan semua itu walaupun harus ada orang seperti itu. Saya punya saran untuk teman-teman sebagai pemuda , jangan lawan aturan pemerintah. Tapi lakukan lah cara yang lain yakni profokasi masyarakat untuk menolak kebijakan yang tidak sesuai,” terangnya.
Ia menambahkan, dalam kegiatan dialog kepemudaan seribu goa, pihaknya kedatangan tamu anggota DPR RI dapil Sultra dan ketua DPRD Kolaka serta dewan pembina explor SULTRA.
“Pak Haerul Shaleh, S.H (anggota DPR RI) memberikan sambutan, isi sambutan beliau menyampaikan kepada seluruh pemuda jangan lihat kamu dari keluarga mana tapi cukup niat ,tekat dan usaha yang kau lakukan. Saya mau di bilang anak orang kaya tidak juga karena orang tua saya dari kalangan biasa-biasa saja. Jadi sebagai pemuda berusahalah untuk capai cita-cita mu,” papar Rusiana
“Di penghujung acara , sebagai kenang kenangan Explor SULTRA DPD Buton Tengah. Memberikan sebuah cinderamata yakni kampurui khas daerah Buton kepada pemateri, dewan pembina dan anggota DPR RI dapil SULTRA sebagai ucapan terimakasih karena telah berpartisipasi dalam kegiatan dialog kepemudaan seribu goa yang di adakan oleh Explor SULTRA DPD Buton Tengah,” sambungnya.
“Alasan kenapa dilaksanakan dialog kepemudaan seribu goa, sebagai bentuk peringatan hari sumpah pemuda dan penyadaran kepada pemuda, mereka bersumpah untuk tanah air tapi mereka lupa dengan nilai kebudayaan yang tertanam sejak lahir , dan mereka malah menerima adopsi budaya lain mereka jadikan sebagai budaya. Jadi sebagai pemuda harus nya tidak lupa dengan kearifan lokal, sumpah pemuda bukan sampah pemuda,” pungkas Rusiana.
Laporan : TIM



































