SULTRALINE.ID, KENDARI – Sejumlah mahasiswa di Kota Kendari melakukan aksi solidaritas peringatan 26 tahun reformasi. Mereka aksi di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa, 21 Mei 2024 Malam.
21 Mei 1998 menandai terjadinya peristiwa lengsernya besar dengan lengser nya orde baru yang dipimpin Presiden Soeharto yang menjabat sebagai Presiden RI selama 32 tahun. Mundurnya Soeharto sebagai presiden adalah hasil desakan para mahasiswa yang menuntutnya untuk berhenti menjadi pemimpin. Peristiwa tersebut dipicu oleh krisis moneter yang menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun secara dramatis, dari sekitar Rp2.000 menjadi Rp17.000. Dampaknya, ribuan mahasiswa mengorganisir demonstrasi besar yang dikenal sebagai Gerakan Reformasi.
Kemudian mereka berhasil menguasai Gedung DPR-RI dan menyerukan pengunduran diri Soeharto. Situasi semakin tegang dengan terjadinya insiden penembakan terhadap mahasiswa Universitas Trisakti oleh aparat keamanan, yang semakin memperkeruh suasana. Seiring waktu, Soeharto menyadari bahwa posisinya sebagai pemimpin Indonesia semakin tergoyahkan. Hingga pada 21 Mei 1998, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Presiden RI dan menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden B.J. Habibie.
“Olehnya itu menurut kami, karena apa yang kita rasakan dan nikmati saat ini merupakan buah dari Reformasi yang susah payah di dapatkan oleh Senior-Senior kita dahulu dan di tahun ini tepat nya di hari selasa ini, 21 Mei 2024 adalah ulang tahun Reformasi ke 26 tahun, sehingga hari ini kami berkumpul untuk mengenang perjuangan mereka yang susah payah menumbangkan rezim orde baru,” tutur perwakilan mahasiswa, Abdul Rahman selaku Ketua Pusat Kajian Konstitusi (Pusakko) Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo.

Dalam aksi tersebut, mereka juga mengadakan panggung ekspresi untuk menyuarakan dan menyampaikan tentang peristiwa reformasi.
“Meskipun memang tadi kami sempat di guyur dengan hujan, tetapi semangat dan konsistensi dari teman-teman Pusakko dan teman-teman mahasiswa yang lain tetap menyala dan tetap konsisten membersamai malam peringatan Reformasi ini sampai selesai,” tegasnya.
Abdul Rahman bilang, dengan mengenang kembali Reformasi pihaknya berharap sebagai mahasiswa agar selalu bersuara dan selalu berada pada jalan-jalan perjuangan untuk membela hak masyarakat-masyarakat yang meminta pertolongan ketika mereka ditindas dengan kebijakan-kebijakan rezim yang tidak pro terhadap masyarakat
“Dan juga peringatan-peringatan hari bersejarah seperti hari Reformasi ini seharusnya selalu di agendakan agar para mahasiswa tidak lupa sama Sejarah-sejarah perjuangan para pendahulu kita, panjang umur perjuangan,” pungkasnya.
Editor: Irdwan Jeko



































