SULTRALINE.ID, MUNA BARAT – Salah satu Geopark peninggalan sejarah, Benteng Akauale yang berada di Desa Latompe, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat (Mubar), masih sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah Daerah.
Pantauan media Sultraline.id, benteng Akauale ini mengelilingi areal kurang lebih 3 hektar dengan susunan batu bersejarah yang masih berdiri kokoh. Lokasinya berada di tengah-tengah wilayah yang dapat diakses melalui beberapa desa, yaitu Desa Latompe, Desa Latungho, Kelurahan Wamelai, Desa Watumela, dan Desa Warondo
Keberadaan Benteng ini juga sangat istimewa dan menarik karena dikelilingi oleh sumber mata air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, yaitu mata air Lombu, Labhoneo, Oe Nsuli, dan Danau Wantolabhi.


Benteng tersebut diyakini memiliki nilai historis tinggi karena peninggalan masa lalu yang menyimpan cerita panjang tentang peradaban masyarakat Muna dimasa lalu, yang butuh perhatian lebih dari Pemerintah Daerah.
Sayangnya, hingga kini benteng tersebut masih minim perhatian dari Pemerintah Daerah untuk menjaga dan mengembangkan benteng sebagai bagian dari warisan budaya Muna Barat. Walaupun sebelumnya sudah pernah ditinjau oleh pemerintah.
Warga Desa Latompe berharap ada upaya nyata untuk melindungi dan mengelola benteng ini agar tidak semakin terabaikan.
“Benteng Akauale ini merupakan bagian dari sejarah leluhur yang tidak boleh dibiarkan begitu saja, karna lama-kelamaan bisa rusak. olehnya itu kami berharap pemerintah daerah agar turun tangan untuk pemugaran dan pengelolaan supaya lebih baik,” ujar salah satu warga setempat, Senin (24/2/2025).
Selain memiliki nilai sejarah, Benteng Akauale juga berpotensi menjadi destinasi wisata yang dapat menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Jika dikelola dengan baik, situs ini bukan hanya bisa menjadi kebanggaan daerah tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah khususnya masyarakat setempat.
Penulis: Yus Misran
Editor: Irdwan Jeko



































