SULTRALINE.ID, KENDARI – Isu hangat kedatangan 500 TKA di bumi anoa kota kendari terus menuai kritik dari kalangan aktivis-aktivis sultra.
Kritikan terkait penolakan 500 TKA asal China di Sulawesi Tenggara (Sultra) oleh kalangan aktivis ini melihat karena kondisi wilayah sultra belum steril dari penyebaran pandemi Covid-19. Tetapi, tidak untuk pemuda satu ini.
Wawan Soneangkano yang merupakan salah satu pejabat kelembagaan kampus UHO ini dengan tegas menyampaikan mendukung penuh pernyataan gubernur Sultra Ali Mazi terkait kedatangan 500 TKA di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara.
“Saya fikir kedatangan 500 TKA di Sultra itu telah di lakukan banyak kajian oleh pemerintah prov. Sultra. Dan juga telah memenuhi kriteria sebagai tenaga-tenaga ahli yang dapat memandu proses kerja lapangan. Apalagikan alhamndulillah hari ini kondisi kita kan suda menjalani proses New Normal, sehingga tidak ada alasan buat kita melakukan penolakan;” kata wawan.
Sambung wawan, bahwa memang benar publik telah membaca di salah satu pernyataan Gubernur Sultra bahwa beberapa bulan lalu Pemprov sultra sempat menunda kedatangan 500 TKA. Tetapikan penundaan itu bukan berati menolak. Menunda pada saat itu, karena kondisi wilaya sultra yang belum stambil dari wabah penyakit Covid-19, sehingga tidak memungkinkan untuk WNA didatangkan.
“Nah hari ini kita suda menjalani proses kehidupan New Normal, maka suda soyogyanya kita dapat mengapresiasi langkah langkah pemprov sultra terkait dengan prògres mendatangkan TKA yang juga merupakan Investor untuk meningkatkan APBD Wilayah Sultra,” Wawan.
Wawan Soneangkano yang merupakan mantan Ketua DPM FIB UHO itu menegaskan bahwa mendukung 100% langkah langkah yang diambil oleh H. Ali Mazi, S.H selaku Gubernur Prov. Sulawesi Tenggara.
“Ini tentunya bagus untuk kemajuan daerah,” pungkasnya.
Laporan : TIM



































