SULTRALINE.ID, KENDARI – Tak hanya mobil dengan tangki yang diduga sudah dimodifikasi supaya daya tampung lebih besar, sejumlah sepeda motor dengan tangki yang sudah diduga juga telah dimodif pun ikut antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Pertamina dengan nomor 74.93107 di depan perbelanjaan Informa Kendari. Pantauan wartawan di SPBU tersebut, Selasa (25/10/2022) sekitar pukul 11.25 WITA, beberapa sepeda motor dengan tangki diduga telah dimodifikasi terlihat antre di jalur antrian sebuah pompa khusus sepeda motor di SPBU.
Sepeda motor dengan tangki yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa berjejer dengan sejumlah sepeda motor yang memiliki tangki yang mampu menampung bensin dalam jumlah lumayan banyak untuk ukuran rata-rata sepeda motor.
Sepeda motor dengan tangki lumayan besar itu seperti jenis Suzuki Thunder, Yamaha Vixion dan Vespa model lama. Ada pula sejumlah motor bebek jenis yang dimodifikasi dengan cara menambah tangki di bagian depan tempat duduk atau sadel sepeda motor.


Bahkan ada sepeda motor metik jenis Yamaha Mio yang tangkinya dimodifikasi supaya daya tampung bensin lebih banyak. Tangki modifikasi itu sekaligus menjadi tempat duduk pengendaranya. Hanya beberapa sepeda motor saja dengan tangki normal. Dari informasi yang di dapat di lokasi antrian, kejadian ini berlangsung semenjak awal kenaikan BBM bulan lalu, Ardi (53) menuturkan genk motor tangki besar ini kebanyakan adalah orderan para penjual eceran botol yang ada di kota kendari.
“Mereka memang setiap jam nya bergantian antrian, kejadian ini yang membuat pengendara lain seperti kita ini merasa terganggu karna harus berjibaku rebutan antrian dengan mereka,” ungkap Ardi.
Ia berharap agar adanya pengawasan khusus di lakukan oleh pihak kepolisian dan Pemerintah agar kejadian serupa tidak terus terulang sebab ini berpotensi monopoli dan penimbunan.
“Kalau dia biarkan seperti ini terus ini tentunya merugikan masyarakat dan sangat berpotensi ada monopoli bahkan sampai penimbunan yang dimanfaatkan beberapa oknum,” pungkasnya.
Diketahui hal tersebut hampir semua terjadi di SPBU di Kota Kendari, membuat masyarakat harus mengantri panjang dan memakan waktu yang lama.
Laporan: TIM



































