Setiap orang pada dasarnya pernah mengalami pendidikan. Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu hasil peradaban bangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri (nilai dan norma masyarakat). Pendidikan dapat diartikan sebagai salah-satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang berpikir bagaimana menjalani kehidupan
dunia ini dalam rangka mempertahankan hidup dalam hidup dan penghidupan manusia.
World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Coronaviruses (Cov) adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Infeksi virus ini disebut COVID19. Virus Corona menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV).
Di Indonesia, penyebaran virus ini dimulai sejak tanggal 02 Maret 2020, diduga berawal dari salah satu warga negara Indonesia yang melakukan kontak langsung dengan warga negara asing yang berasal dari Jepang. Hal tersebut telah diumumkan oleh bapak Presiden Jokowi. Seiring dengan berjalannya waktu, penyebaran covid-19 telah mengalami peningkatan yang signifikan.
Virus korona atau Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup serius terhadap berbagai sektor. Tak terkecuali sektor pendidikan dimana terjadi penurunan kualitas pendidikan. Hal ini terlihat jelas sebagaimana pendapat FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia) yang dikutip di laman CNN INDONESIA (sabtu, 02/05/2020 10:21). Proses pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan saat ini menjadi kesulitan tersendiri bagi guru maupun siswa. Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim menyatakan, metode PJJ yang diterapkan selama pandemi Covid-19 menyebabkan guru maupun siswa tak maksimal dalam menjalankan proses pembelajaran. Minimnya akses teknologi hingga keterbatasan materi yang disampaikan menjadi sejumlah kendala. “sudah pasti terjadi penurunan kualitas pengetahuan akibat corona. Pembelajaran dilakukan jarak jauh dan faktanya guru, siswa, orang tua, gugup dan gagap menghadapi model pembelajaran seperti itu, “ujar Satriawan saat dihubungi CNNIndonesia.com, jumat (1/5).
Hal itulah yang menyebabkan menurunnya kualitas pendidikan saat ini. Untuk itu menurut penulis dibutuhkan formula baru yang memungkingkan dapat mengatasi kegagapan guru maupun siswa dalam menerapkan PJJ khususnya yang berkaitan dengan teknologi karena itu yang penting. Sehingga kualitas pendidikan dapat terjamin meskipun di tengah pandemi.
Oleh : Jusrawan (awardee beasiswa Sarjana Muamalat UHO 2019)



































