Sel. Mar 9th, 2021

Nukman : Memutus Mata Rantai Oligarki Ridwan Bae Adalah Solusi Kemajuan Muna

1 min read
img-20201020-wa0054

SULTRALINE.ID, KENDARI – Kontestasi pilkada di Muna sebentar lagi dihelat. Dua calon pasangan yakni Rusman-Bahrun dan Rajiun-La Pili saling adu gagasan untuk merebut simpati rakyat. Masing-masing dari dua pasangan ini adalah mantan Bupati. Rusman bupati Muna, Rajiun Bupati Muna Barat.

Pada kondisi ini, tentu masyarakat sudah bisa menilai objektif proses pembangunan dari dua daerah yang mereka pimpin. Masyarakat sudah bisa membedakan mantan bupati mana yang berpihak terhadap rakyat.

Kalau Rajiun di Muna Barat telah banyak menorehkan karyanya. Hal itu diungkapkan Nukman, ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Mubar, Selasa (20/10/2020).

Menurut dia selama mekar dari Muna Induk, Mubar terlihat sangat maju dan berkembang. Misalnya dari segi pembangunan infrastruktur jalan. Baik jalan lingkungan maupun akses jalan umum yang menghubungkan 3 distrik yakni Lawa raya, Kusambi raya dan Tiworo raya. Bukan hanya itu jalan menuju akses perkebunan rakyatpun beliau hitamkan.

Belum lagi pada keindahan kota laworo yang ditandai dengan beberapa tugu. Tugu-tugu itu menandakan karakter ketrampilan masyarakat tersebut. Selain itu selama memimpin Mubar Rajiun telah mengaktifkan dan membangun kembali bandara Sugi Manuru, serta pelabuhan Tondasi yang menguhubngakan ke Bira (Sulsel).

“Itu fakta bahwa Rajiun itu sangat berpihak pada rakyatnya. Bahkan karena getolnya membangun, Rajiun diberikan reward oleh Kendari pos sebagai bapak pembangunan,” jelasnya.

Pada dunia pendidikan pasangan Rajiun dan Ahmad Lamani juga sangat berpihak. Mereka memprogramkan bantuan seragam gratis bagi anak sekolah dasar dan menengah pertama. Program ini sangat disuport oleh masayarkat Muna Barat.

“Kami sangat terbantukan dengan adanya bantuan seragam gratis itu. Kami tidak lagi pusing untuk membelikan seragam sekolah untuk anak dan cucu kami,” ujar La Ria, salah satu masyarakat Kec. Lawa.

Selain kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah, pasangan dengan akronim Rahmatnya Mubar ini juga memberikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama tiga tahun ini. Tentu tambahan penghasilan tersebut sangat membantu bagi ASN yang berpangakat rendah.

Dari berbagai program itu, Rajiun dan Ahmad Lamani tak lupa pula bahwa mayoritas masyarakat Muna Barat adalah petani. Sehingga mereka memprogramkan semua akses jalan pertanian masyarakat diperbaiki dan membangunan embung untuk para petani sawahan.

“Kita reaslistis saja. Dari berbagai keberhasilan itu Rajiun di Muna Barat, tentu sangat jauh dibandingkan Rusman Emba di Muna,” kata mantan ketua BEM Ekonomi UMK ini.

Bagaimana dengan Muna. Dari masa ke masa selama 20 tahun ini yang pemimpinnya semua dari kelompok keluarga Ridwan BAE.

Muna bila dibandingkan dengan 4 daerah pertama di Sultra, tentu jauh sangat tertinggal. Ini membuktikan kepemimpinan keluarga Ridwan BAE gagal di Muna. Tidak ada yang perlu dibanggakan.

Apalagi di zaman Rusman Emba. Di era dia, pembangunan yang tuntas hanya rumah adat. Itupun dikritisi oleh omnya sendiri dalam hal ini Ridwan Bae. Di beberapa media, beliau menyapaikan bahwa penempatan rumah adat di tengah kota adalah kesalahan.

Pada pembangunan infrastruktur jalan, Rusman hampir tidak ada karyanya. Akses jalan di kampung-kampung sangat rusak parah. Karena iulah masyarakat berbondong-bondong mengunjungi Rajiun dan meminta kesiapan beliau maju sebagai Bupati Muna.

“Sudah tepat masyarakat meminta Rajiun maju sebagai Bupati Muna. Sudah saatnya kita ganti rasa. Sudah saatnya kita putus mata rantai oligarki Ridwan BAE di Muna. Sudah saatnya Muna dipimpin oleh orang yang punya naluri membangun. Tentu ini semua untuk kemajuan daerah Muna” tegas Nukman.


Laporan : TIM

€sl Promotion

€sl Promotion