SULTRALINE.ID, KENDARI – Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Sulawesi Tenggara (Sultra )menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) dengan tema “Transformasi ISPI Sulawesi Tenggara: Mengokohkan Peran Insinyur dan Sarjana Peternakan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional.” Acara ini berlangsung di Kota Kendari dan dihadiri oleh sejumlah anggota ISPI, para akademisi, serta para praktisi di bidang peternakan, Minggu 10 November 2024.
Acara ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya melalui peran para insinyur dan sarjana peternakan di wilayah Sulawesi Tenggara. Musyawarah Wilayah ini juga menjadi wadah bagi anggota ISPI untuk memilih kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memajukan organisasi dan semakin memperkuat kontribusi ISPI dalam pembangunan sektor peternakan di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Dr. Ir La Ode Arsad Sani, S.Pt.,M.Sc.,IPM selalu Wakil Dekan I Fakultas Peternakan UHO menyampaikan bahwa tantangan ketahanan pangan nasional tidak hanya terkait dengan produksi, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan inovatif di bidang peternakan. “ISPI Sulawesi Tenggara harus siap berperan lebih besar dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan. Melalui Musyawarah Wilayah ini, kami dan kita semua berharap untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha peternakan yang ada di Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.
Ketua terpilih ISPI Sulawesi Tenggara, Widhi Kurniawan, S.Pt.,M.Si Sekaligus Ketua Jurusan Peternakan UHO yang memiliki pengalaman luas di bidang pemberdayaan peternak, dalam penyampaian visi dan misinya untuk menjadikan ISPI sebagai organisasi yang akan berfokus pada pengembangan profesi, peningkatan masyarakat dibidang Peternakan, dan juga pada peningkatan kesejahteraan peternak kecil di Sulawesi Tenggara. “ISPI harus hadir sebagai solusi bagi berbagai problema sektor Peternakan di Sulawesi Tenggara. Karena, Hanya dengan peternak yang sejahtera, ketahanan pangan nasional bisa terwujud,” ucapnya.
Musyawarah Wilayah ini diakhiri dengan harapan besar bahwa ISPI Sulawesi Tenggara dapat bertransformasi menjadi organisasi yang lebih solid, responsif, dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Para anggota ISPI Sulawesi Tenggara berharap, melalui kepemimpinan baru dan semangat kolaborasi yang kuat, ISPI dapat menjadi garda terdepan dalam mengembangkan sektor peternakan di Sulawesi Tenggara demi kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan pangan Indonesia.
Laporan : Jasman
Editor: Irdwan Jeko



































