Tugas saya sebagai pemimpin di desa adalah membuat kebijakan yang bisa mempermudah aktivitas para petani, meringankan beban kebutuhan produksi, mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produksi serta paling utama memastikan ketersediaan pasar yang siap menampung dan membeli hasil produksi pertanian masyarakat Desa Marobea”*
— Kades Marobea—
SULTRALINE.ID, MUNA BARAT – Muslimin Salim, S.Pd terus berupaya dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Sebagai Kepala Desa yang terpilih pada gelaran Pilkades serentak Kabupaten Muna Barat Tahun 2019 lalu, Pria yang akrab dengan panggilan Cak Imin ini bergerak cepat untuk merealisasikan visi misi nya.
Sebelum melangkah lebih jauh, pasca terpilih sebagai Kepala Desa, Muslimin Salim terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi yang dimiliki desa Marobea yang selanjutnya akan dikembangkan untuk mendorong kemajuan desa dan peningkatan penghasilan masyarakatnya. Hasil pemetaan tersebutlah yang membuat dirinya menarik kesimpulan bahwa sektor pertanian harus menjadi fokus utama yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Desa Marobea.
Saat diwawancarai oleh Jurnalis Sultraline.id pasca pelaksanaan RKPD Musrenbang Tingkat Desa Tahun 2021 di Balai Desa Marobea, Cak Imin menyampaikan bahwa bukan hal yang sulit untuk menjadikan pertanian sebagai leading sektor dalam upaya untuk memajukan desa dan mendorong peningkatan penghasilan masyarakat. Sebab pertanian bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Pulau Muna khususnya masyarakat di Desa Marobea.
“Tugas saya sebagai pemimpin di desa adalah membuat kebijakan yang bisa mempermudah aktivitas para petani, meringankan beban kebutuhan produksi, mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produksi serta paling utama memastikan ketersediaan pasar yang siap menampung dan membeli hasil produksi pertanian masyarakat Desa Marobea”, ungkapnya, Kamis (4/02/2021).
Sebagai langkah awal, Pemerintah Desa Marobea telah menetapkan Jagung Kuning sebagai Produk Unggulan Desa Marobea di sektor pertanian. Karateker Ketua APDESI Kabupaten Muna Barat ini menerangkan bahwa Tahun 2020, produksi Jagung Kuning di Desa Marobea mencapai 1.479 Ton yang ditanam pada lahan seluas 268 Hektar dengan nilai ekonomis sekitar 5,5 Miliar. Menurutnya, hasil ini telah berhasil merangsang peningkatan daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Desa Marobea dan sekitarnya. BUMDES Marobea juga mengambil peran penting sebagai penampung/pembeli hasil produksi Jagung sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam mengakses pasar dengan harga jual yang relatif stabil.
Untuk Tahun 2021, Pemerintah Desa Marobea menargetkan hasil produksi Jagung Kuning masyarakat Marobea mencapai 2.500 Ton dengan nilai ekonomis sekitar 10 Miliar.
“Tahun 2021 ini, kami menargetkan hasil produksi jagung kuning mencapai 2.500 Ton dengan nilai ekonomis diatas 10 Miliar. Untuk mendukung hal itu, kami menganggarkan pemberian bantuan Bibit Unggul Jagung Kuning. Untuk BUMDES kami juga memberikan tambahan anggaran untuk meningkatkan daya tampung terhadap hasil produksi Jagung Kuning masyarakat tersebut. Dengan meningkatnya kapasitas modal yang dimiliki BUMDES saat ini sehingga kami menargetkan juga untuk membeli atau menampung hasil produksi Jagung Kuning masyarakat di desa tetangga. Jadi BUMDES ini harapannya bisa menjadi sumber PAD Desa yang siginifikan” paparnya.
Dalam Musrenbang tingkat desa yang di Desa Marobea yang dilaksanakan di Balai Desa Marobea tanggal 4 Februari 2021, Kepala Desa Marobea mengusulkan 5 program prioritas yang nantinya akan kembali di bahas pada Musrenbang tingkat Kecamatan dan Kabupaten. Usulan prioritas tersebut yaitu Pengadaan Jonder atau Mesin Traktor, Pengadaan Mesin Pengering Jagung, Pembangunan Jalan Usaha Tani Kakomeano – Lakolope, Pembangunan Drainase di Jalur Jalan Akses Puskesmas, dan Program Bedah Rumah. Tiga dari lima usulan prioritas tersebut untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat Desa Marobea, dua usulan prioritas lainnya didasarkan pada kebutuhan prioritas masyarakat. Drainase dibutuhkan sebab jalur jalan akses menuju Puskesmas menjadi langganan genangan air di musim hujan dan Bedah Rumah diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu yang belum memiliki rumah layak huni.
Laporan : WKP



































