SULTRALINE.ID, KENDARI – Pertandingan kelas pertandingan kumite 55 kg mempertandingkan atlet Kontingen INKAI Sultra Muhammad Adam vs Taufik Qurahman dari Inkado Kabupaten Konawe Kepulauan diwarnai keributan, Sabtu 26 Juli 2025.
Keributan tersebut bermula saat tim kepelatihan INKAI Sultra menganggap poin 2 yang di dapatkan oleh atlet lainnya dianggap tidak layak, sehingga protes pun di lakukan oleh tim kepelatihan INKAI Sultra Sensei Jaharuddin mengungkapkan bahwasanya kejuaraan ini sangat positif bagi atlet-atlet karate Sultra, namun jangan sampai kejuaraan ini yang menjadi ajang uji kemampuan justru mengabaikan nilai nilai sportifitas dalam pertandingan.
Menurutnya kejanggalan seperti ini harusnya sudah di antisipasi oleh pihak panitia ataupun dewan wasit pertandingan.

Sementara itu ketua pelaksana pertandingan Laode M.Sulihin .SH.,MH mengungkapkan saat di temui awak media di lokasi pertandingan menjelaskan bahwa yang terjadi pada pertandingan di hari ketiga ini adalah hal biasa yang terjadi di arena pertandingan, ini hanya permasalahan diskomunikasi saja.
Demikian pula pernyataan dari salah satu pengunjung Ibu Rini (43), bahwa di kejuaraan yang sifatnya setingkat Forki ini harusnya di laksanakan acara fair akan tetapi ada beberapa kecurangan yang di rasakan pada saat berlangsungnya pertandingan.
Diketahui kejuaraan Karate piala Gubernur Sultra di ikuti lebih dari seribu atlet dari berbagai organisasi karate di Sultra, yang di laksanakan pada 24 sampai 27 Juli 2025 di gedung olahraga Poltekkes Kemenkes Kendari.
Liputan: Riswan



































