• Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
VIDEO CHANNEL
Sultra Line
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
No Result
View All Result
SultraLine
No Result
View All Result
IMG-20260902-WA0020(1)
Merah Putih Modern Selamat & Sukses Instagram Post (1)
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan (1)
1
Biru dan Abu-abu Modern Ucapan Selamat Pelantikan Instagram Post
spanduk
us2
IMG-20260606-WA0027
hartoyo
IMG_20260930_185101
1791168021084
ChatGPT Image 5 Okt 2026, 12.09.14
previous arrow
next arrow
Headline
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.
  • Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .
  • Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra
 
Home NEWS

Mendorong Milenial untuk Pertanian Masa Depan

by SULTRALINE.ID
26 Januari 2024
in NEWS, OPINI
0
Mendorong Milenial untuk Pertanian Masa Depan
618
SHARES
951
VIEWS
Share ke WAShare on FacebookShare on Twitter

Oleh: Asrul Ashar Alimuddin

 

 

Gebyar Gempita Pesta Demokrasi Pemilu 2024, secara resmi akan dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2024 mendatang. Pemilu kali ini mengusung tema sarana integrasi bangsa yakni Pemilu sebagai pemersatu bangsa. Pemilu merupakan proses pemilihan jabatan pemerintahan memalui proses penghitungan suara  yang dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Setiap warga negara memiliki hak suara yang sama. Pada Pemilu 2024 ini  Ada tiga calon presiden-wakil presiden yang akan bertarung. Nomor 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Nomor 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Nomor 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

 

Berbicara tentang sosok yang mana yang pantas memimpin negeri, para pemilih memiliki sudut pandang yang berbeda. Debat Capres keempat telah dilaksanakan dimana tema debat keempat adalah  Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa. Ada yang menarik dalam debat keempat Cawapres kemarin yang sempat menyinggung  mengenai pertanian yang ada di Indonesia.

Saat pandemi, sektor pertanian menjadi salah satu katup pengaman ekonomi Indonesia. Pada saat sebagian sektor lain tumbuh negatif, pertanian tetap tumbuh positif. Ini memberikan kontribusi dalam menghambat kemerosotan ekonomi Indonesia, yang secara keseluruhan pada tahun 2020 tumbuh negatif.  Masa depan pertanian Indonesia terancam dengan semakin berkurangnya minat generasi muda untuk terjun di bidang pertanian, khususnya untuk pertanian pangan. Merosotnya luas lahan garapan kepemilikan pribadi dinilai sebagai salah satu penyebab keengganan ini. Pembangunan desa  akan sangat bergantung pada tenaga produktif, sehingga ketika tak ada lagi generasi  muda yang mau mengerjakan lahan, maka kebutuhan pangan pasti akan disuplai dari luar. Petani merupakan  orang yang melakukan budidaya tanaman, mulai dari penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, sampai dengan memanennya langsung. panen yang dihasilkan oleh petani dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi maupun dijual dipasar. petani memiliki peran penting dalam perkembangan pertanian di indonesia baik dalam kebutuhan pangan maupun industri.

Petani Indonesia hanya sebagian menggunakan teknologi dalam bertani, tidak terkecuali dengan petani yang ada di pedesaan pelosok negeri. Kita tahu bahwa petani yang ada di kota adalah justru petani yang hanya memanfaatkan lahan sekitaran rumahnya untuk sebagai pemenuhan kebutuhan saja untuk kehidupan keluarganya dan bukan untuk industri bisa dikatakan juga sebagai petani home farming self ,  petani memiliki peran penting dalam berjalannya ekonomi nasional, tetapi justru kekurangan alternatif pendukung dalam keberlangsungan sektor pertanian di pedesaan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren penurunan jumlah usaha pertanian perorangan sejak tahun 2013. Dimana pada tahun 2013 petani RI mencapai 31,70 Juta sementara saat ini, jumlah petani di Indonesia mencapai 29,34 juta petani atau turun 7,45 persen.

Upaya regenerasi petani perlu dimulai dari kecintaan generasi muda agar lebih mudah mengembangkan produk dan inovasi dalam sektor pertanian. Sebagai salah satu sektor utama dalam perekonomian, kunci utamanya adalah memiliki sumber daya yang berkualitas dan mampu memanfaatkan teknologi dengan terampil. Data petani milenial dapat menjadi salah satu indikator tingkat regenerasi di sektor pertanian serta menunjukkan pemanfaatan teknologi digital yang diharapkan dapat menciptakan pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pedoman Gerakan Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045. Petani Milenial merupakan petani berusia 19 tahun sampai 39 tahun, dan/atau petani yang adaptif terhadap teknologi digital.

Berdasarkan hasil ST2023, petani milenial yang berumur 19–39 tahun, baik menggunakan maupun tidak menggunakan teknologi digital, sebanyak 6.183.009 orang atau 21,93 persen dari total petani di Indonesia yang sebanyak 28.192.693. Pertanian di kalangan milenial identik dengan pemanfaatan teknologi yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan produksi. Pemanfaatan teknologi memunculkan berbagai jenis startup yang memungkinkan ide-ide cemerlang dari generasi muda untuk berkembang menjadi solusi yang inovatif dalam memecahkan berbagai permasalahan pertanian.

Anak petani tidak mau menjadi seorang petani, di era sekarang ini begitulah keadaan kaum pemuda yang mencerminkan mereka tidak ingin terjun kedunia lumpur persawahan. Generasi milenial juga menilai bahwa bila mau mendapatkan keuntungan besar dari sektor pertanian, harus siap dengan modal yang besar dan resiko yang tinggi. Menurut mereka, banyak sekali persoalan yang dihadapi petani, antara lain faktor anomaly cuaca, sempitnya lahan garapan, serangan hama dan gagal panen. Mereka juga mengamati bahwa proses penentuan harga tidak berpihak kepada petani, jangankan mendapatkan keuntungan, tidak sedikit petani yang tidak balik modal dan justru tekor. Biaya yang dikeluarkan tidak seanding dengan keuntungan yang diperoleh. Itulah beberapa pandangan yang menjauhkan generasi milenial dari dunia pertanian. Sedangkan pandangan yang tidak menariknya sektor pertanian sebagai sumber utama mata pencaharian generasi milenial, disebabkan oleh beberapa hal antara lain: orang tua yang berprofesi sebagai petani jarang yang mendidik anaknya untuk nantinya bekerja sebagai petani, sebaliknya kebanyakan orang tua mendidik anaknya dengan mendoktrin pemikiran anaknya dari usia dini dengan kata “jangan ikuti kami nak, hanya seorang petani yang gajinya tidak seberapa! Hidup susah!, kelak kau mau menjadi ASN, berpakaian seragam yang rapih, ke kantor, dan duduk didalam ruangan yang ber-ac”.

Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi, jumlah penduduk usia muda mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini perlu untuk disikapi secara bijak agar tidak menjadi bom waktu. Menjadikan sektor pertanian sebagai sektor penggerak roda perekonomian untuk penyerapan tenaga kerja dianggap mampu untuk mengurangi angka pengangguran. Menurunnya jumlah petani dari tahun ke tahun dan anggapan bahwa pertanian itu kotor dan tidak menjanjikan secara ekonomi menurut para kaum milenial perlu segera diantisipasi tujuannya untuk mempertahankan eksistensi petani dan kemajuan pertanian Indonesia. Peran para milenial sangat diharapkan untuk regenerasi dari petani yang ada di Indonesia sehingga kedaulatan pangan yang ada dalam negeri dapat terpenuhi.

 

*) Penulis Merupakan Statistisi BPS Kota Kendari

SultraLine Bisa Diakses Melalui Saluran Google News atau Google Berita berikut Ini: CLick
SULTRALINE.ID

SULTRALINE.ID

Related Posts

Wa Ode Nurhayati  Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Dugaan kekerasan kembali menjadi sorotan setelah pemberitaan photo photo kekerasan beredar luas di media sosial yang di alami perempuan...

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID- KOLAKA Purwokerto, 1 Oktober 2026 — Kontingen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sukses meraih Juara Harapan II Kategori Stand...

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

by SULTRALINE.ID
1 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID–KENDARI Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih, seorang perempuan asal Kendari berusia 47 tahun, Wagiyem, kini harus menjalani perjuangan...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Siswa Smp 1 kendari kembali jadi sorotan perhatian di arena gelanggang kejuaran pencak silat arung palakka champhion 2026 Kabupaten...

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari  Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Nama lengkapnya La Ode Muh.Syihab Az Zuhri di usianya yang masih remaja ia ukir Prestasi membanggakan pesilat remaja berbakat...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali untuk sultra

by SULTRALINE.ID
28 September 2026
0

Sultraline.id -kendari Langkah kecil di atas gelanggang membawa cerita besar bagi Rafa juliansyah AlFarabi siswa Smp negeri 1 kendari, pesilat...

Next Post
Resmi Dikukuhkan, Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia Sultra Siap Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah

Resmi Dikukuhkan, Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia Sultra Siap Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip Artikel

Sultra Line

Rumah Berita Perjuangan Sultraline
"Setiap Orang adalah Jurnalis, Setiap Peristiwa adalah Berita"

Oplus_131072

Populer Minggu Ini

  • LAKI Sultra: Korupsi PNBP dan Pajak Sektor Industri & Perhubungan Jadi Atensi di 2024

    LAKI Beberkan Pemeriksaan Pesawat Uap dan Bejana Tekan di Sultra Tak Pernah Dilakukan, Terindikasi Kebocoran Negara Ratusan Miliar 

    3592 shares
    Share 1437 Tweet 898
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

    625 shares
    Share 250 Tweet 156
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

    620 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Banggakan Sulawesi Tenggara! Sanggar Seni USN Kolaka Siap Berlaga di PEKSIMINAS XVIII 2026

    722 shares
    Share 289 Tweet 181

Alamat Kantor

Ikuti Kami

  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise

© 2016-2022 Sultra Line

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video

© 2016-2022 Sultra Line

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In