SULTRALINE.ID, MUNA – Bupati Muna, Drs. H. Bachrun Labuta. M.Si, mencatat sejarah baru dengan menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-3 (United Nations Ocean Conference/UNOC) yang berlangsung pada 9-13 Juni 2025 di Nice, Prancis.
Dalam ajang bergengsi tersebut, Bachrun mempresentasikan program inovatif bertajuk “Suara Bersatu untuk Lautan: Konservasi Berbasis Komunitas di Muna, Sulawesi Tenggara”.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif global Coastal 500 yang mengedepankan pendekatan komunitas untuk melestarikan ekosistem laut.
Kabupaten Muna memiliki garis pantai sepanjang 337 kilometer dengan kekayaan ekosistem pesisir yang meliputi 8.000 hektare hutan mangrove, 3.000 hektare terumbu karang, dan 2.000 hektare padang lamun.
Meski dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, Kabupaten Muna menghadapi berbagai tantangan, seperti penangkapan ikan berlebihan (overfishing), praktik destruktif dalam penangkapan ikan, serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi laut.
“Keseimbangan antara konservasi dan kesejahteraan masyarakat pesisir bukan hanya memungkinkan, tetapi harus menjadi prioritas” ujar Bachrun dalam presentasinya.

Bachrun memaparkan solusi yang diimplementasikan melalui pendekatan berbasis komunitas, meliputi:
1. Edukasi masyarakat mengenai pentingnya konservasi lingkungan.
2. Diversifikasi mata pencaharian untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada ekosistem laut.
3. Patroli laut berbasis komunitas, yang melibatkan partisipasi aktif warga setempat dalam menjaga kelestarian wilayah pesisir.
Pendekatan inovatif ini mendapat apresiasi positif dari para peserta UNOC 2025. Langkah-langkah strategis seperti rehabilitasi mangrove, patroli komunitas, dan pengembangan alternatif mata pencaharian dianggap mampu menjadi contoh yang dapat diadopsi di berbagai wilayah dunia.
Kehadiran Bachrun Labuta di forum internasional ini mempertegas komitmen Indonesia sebagai negara kepulauan yang peduli terhadap pelestarian laut global.
Kabupaten Muna berhasil membuktikan bahwa harmonisasi antara pelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir adalah hal yang memungkinkan.
Dengan program ini, Muna menjadi inspirasi global dalam konservasi berbasis komunitas, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Penulis : Baharuddin.



































