SULTRALINE.ID, MUNA BARAT – Ditemui di sebuah Warung Kopi di kawasan SP1 Kecamatan Tiworo Tengah, Juru Bicara Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar), Wahidin Kusuma Putra mengungkapkan bahwa sejak awal dilantik hingga saat ini, Bahri dengan konsisten melaksanakan berbagai program kerjanya dalam rangka membawa Mubar di depan gerbang kesejahteraan.
Kata dia, tidak berlebihan jika dirinya mengatakan bahwa saat ini Mubar telah berada di jalur yang benar menuju gerbang kesejahteraan itu. Tinggal bagaimana masyarakat mampu melihat dan menjemput peluang itu.
“Sejak dilantik hingga kini, pak Bahri sangat konsisten melaksanakan program kerjanya. Saya kira tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa saat ini Mubar sudah berada pada jalur yang benar menuju gerbang kesejahteraan. Ini artinya Mubar sudah memiliki peluang tinggal bagaimana masyarakat mampu melihat dan menjemput hal baik tersebut” ungkap Wahidin, Jumat (23/09/2022).

Mantan Ketua organisasi relawan Jokowi, POSPERA Sulawesi Tenggara ini menjabarkan hal pertama yang menjadi perhatian serius Pj Bupati Muna Barat adalah soal perbaikan atau penataan kembali birokrasi pemerintah. Menurut dia, Bahri melakukan penataan birokrasi bukan hanya sekedar menjalankan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Apalagi kata Ia, yang lebih penting dari itu adalah untuk menciptakan sebuah pemerintahan yang solid yang mampu bekerja melayani masyarakat serta menerjemahkan instruksinya secara tepat, bertanggung jawab dan terukur.
Yang kedua kata Wahidin adalah soal penertiban aset pemerintah daerah khususnya kendaraan dinas (Randis). Menurutnya publik bisa menilai sendiri bagaimana Pj Bupati Mubar secara tegas dan serius melakukan penertiban Randis. Kendaraan dinas adalah fasilitas yang disiapkan untuk menunjang kinerja ASN dan Pegawai Non ASN. Sehingga, penarikan, pendataan dan pendistribusian ulang perlu dilakukan agar randis tersebut benar – benar dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan fungsinya.
Lanjut ia, yang ketiga adalah program pembangunan. Pembangunan Kantor Bupati, Kantor DPRD, Masjid Agung dan Rumah Jabatan Bupati oleh Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri RI itu dijadikan sebagai program pembangunan prioritas untuk segera dilaksanakan dan diselesaikan pada Tahun 2023.
Selain itu menurut Wahidin, Pj.Bupati Mubar juga memberikan perhatian serius pada sektor infrastruktur jalan, jembatan, drainase yang rusak parah serta kerusakan irigasi yang akan mempengaruhi produktifitas sawah. Keseriusan ini dapat dilihat dengan gaya kerja yang ditunjukannya. Masih kata Wahidin, Bahri bukan pemimpin yang hanya mampu bekerja diatas meja berdasarkan pada laporan informasi serta data yang disodorkan oleh bawahannya maupun masyarakat. Berkaitan dengan apa yang telah dan akan dianggarkan untuk dibangun, Bahri adalah pemimpin yang tidak ragu juga tak kenal lelah untuk turun langsung ke bawah. Berkunjung dan melihat langsung titik demi titik objek yang akan dibangun. Hal ini dalam rangka memastikan tak ada kesalahan dalam pelaksanaan serta sesuai dengan permintaan atau aspirasi masyarakat.
“Dalam perencanaan pembangunan, pak Bahri itu adalah pemimpin yang menerapkan sistem bottom – up. Maksudnya adalah kebijakan pembangunannya lahir berdasarkan aspirasi arus bawah. Olehnya, beliau selalu terbuka dalam komunikasi dengan kalangan manapun. Rujabnya terbuka, komunikasi via telpon dan wa juga selalu direspon cepat. Kalau ada laporan masyarakat mengenai hal – hal terkait pelayanan pemerintah, beliau tak pernah menunda dan langsung mengunjungi titik masalah dan secepat mungkin menyelesaikan masalahnya. Jika bisa diselesaikan hari ini, untuk apa menunggu besok. Saya kira itu yang ingin ditunjukan oleh beliau agar bisa diadopsi oleh bawahannya bahkan oleh masyarakat Muna Barat” papar pria yang akrab disapa WKP ini.

Pria kelahiran Lambubalano, Kecamatan Lawa ini mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengagumi gaya kerja Pj Bupati Mubar saat ini. Kekaguman itu, karena alumni STPDN itu benar – benar menerapkan gaya kerja di Jakarta. Dimana waktu merupakan hal yang mahal yang harus dimanfaatkan seefisien mungkin dalam bekerja. Tidak ada waktu untuk bersantai, hampir seluruh waktu termanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan demi memastikan agar masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan secepat mungkin.
Masih kata Wahidin, jika seluruh ASN dan Pegawai Non ASN dapat meniru dan mengadopsi gaya kerja yang ditunjukan oleh Bahri tersebut, maka masyarakat tidak perlu lagi untuk meragukan tentang terwujudnya masa depan cerah Kabupaten Muna Barat.
“Gaya kerja yang ditunjukan pak Bahri saat ini juga merupakan ujian bagi para pejabat bawahannya. Yang bertahan adalah yang memiliki pemikiran terbuka untuk melepas budaya kerja lama dan mengadopsi budaya kerja yang lebih baik yang ditunjukan oleh pak Bahri. Sedang yang tidak mampu, dengan sendirinya pasti akan terseleksi. Apalagi saat ini Pak Bahri sangat menghormati sistem demokrasi, dimana masyarakat diharapkan dapat membantu mengawal jalannya pemerintahan. Jadi kalau ada pejabat atau ASN maupun pegawai non ASN yang kerjanya lamban dan tidak bagus serta malas berkantor, dengan banyaknya masyarakat yang mengawasi pasti akan ketahuan oleh Pak Bupati” urainya.

Yang keempat adalah langkah konkret Pj Bupati Mubar dalam mendongkrak perekonomian daerah. Dalam hal ini, Juru Bicara Pj Bupati Mubar ini menjelaskan bahwa Bahri telah berupaya menarik pihak swasta untuk berinvestasi di Muna Barat. Dan saat ini PT Mubar Agro Sejahtera telah menyatakan kesiapan untuk berinvestasi membangun Pabrik Tepung Tapioka dengan nilai Investasi awal sebesar 36 Miliar Rupiah. Lokasi pembangunan pabrik direncanakan akan dibangun di Kecamatan Wadaga tepatnya di Desa Kampani. Untuk menunjang investasi tersebut, Pemerintah Daerah akan membuka akses jalan dengan melakukan pengaspalan jalan di jalur jalan penghubung Desa Kampani – Sangia Tiworo serta pengaspalan jalan akses menuju lokasi pembangunan Pabrik. Untuk memastikan jalannya investasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemda Mubar juga segera membentuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang nantinya akan bermitra dengan petani yang akan menanam ubi kayu dalam rangka memenuhi kebutuhan stok bahan baku produksi di Pabrik Tapioka. Selain itu Perumda juga akan berperan sebagai fasilitator untuk memastikan stabilitas harga jual – beli antara perusahaan dan petani yang mengikuti program penanaman ubi kayu tersebut, sehingga masyarakat tidak dirugikan.
Lanjutnya, Pj Bupati Muna Barat sudah benar – benar merancang sistem yang paling baik untuk memastikan masyarakat bisa sejahtera dengan hadirnya investasi ini. Melalui Perumda, Pemerintah Daerah akan memberikan pinjaman modal sebanyak 8 Juta per hektar lahan untuk petani baru yang mengikuti program penanaman ubi kayu tersebut. Pada Tahun 2023, sebanyak 10 Miliar Rupiah akan dialokasikan oleh Pemda Mubar sebagai anggaran penyertaan modal ke Perumda. Anggaran ini juga yang akan dialokasikan oleh Perumda sebagai modal awal petani untuk menanam ubi kayu di 1.250 Hektar lahan. Menurut perkiraan, program ini dapat mendongkrak pendapatan petani ubi kayu sebesar 40- 45 juta per siklus tanam (6 bulan) atau sekitar 6 – 7 jutaan per bulannya. Untuk pembentukan Perumda saat ini kajian akademisnya tengah dirampungkan dan ditargetkan akan disahkan melalui Peraturan Daerah paling lambat pada awal tahun 2023.
“Pada prinsipnya, Pak Bupati menarik Investasi untuk mendukung Food Estate dalam rangka pemulihan ekonomi nasional secara khusus pemulihan ekonomi di Muna Barat. Investasi ini untuk menaikkan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muna Barat. Apalagi di wilayah daratan Muna Barat ini potensi pertaniannya sangat baik, kita punya potensi lahan pertanian yang luas dan subur serta ketersediaan sumber air yang memadai. Bagi petani yang ingin ikut program penanaman ubi kayu ini juga syaratnya sangat sederhana. Yang penting memiliki lahan dan KTP Muna Barat dan untuk tahap awal luas lahan masing – masing petani maksimal hanya satu hektar dulu. Sebab kita lihat antusias masyarakat untuk ikut program ternyata sangat besar makanya maksimal 1 hektar dulu per orang supaya ada pemerataan” paparnya.

Mengakhiri diskusi, Juru Bicara Pj Bupati Muna Barat ini secara gamblang mengklaim bahwa saat ini Pj Bupati Muna Barat sudah mengembalikan posisi Muna Barat pada rel yang benar untuk menuju gerbang kesejahteraan. Olehnya itu, dirinya meminta agar masyarakat Mubar dapat bersama pemerintah bahu membahu menciptakan kondusifitas dan stabilitas keamanan daerah. Sehingga Pj Bupati Muna Barat bisa fokus mencurahkan energi serta berkonsentrasi dalam bekerja memenuhi mimpi kesejahteraan masyarakat sesuai dengan amanah dan cita – cita pemekaran Kabupaten Muna Barat.
Dirinya juga berharap, agar masyarakat selalu mempersiapkan diri untuk menjawab berbagai program – program yang dicanangkan oleh pemerintah daerah.
“Jadi masyarakat juga harus siapkan diri untuk memanfaatkan peluang yang diciptakan melalui berbagai program pemerintah. Contohnya soal investasi Pabrik Tepung Tapioka ini, pemerintah butuh masyarakat yang mau ikut program penanaman ubi kayu. Karena percuma kita datangkan investor kalau masyarakat justru tidak mau ikut program untuk mendukung itu,” tuturnya.
“Intinya, setiap program pemerintah daerah selalu melahirkan peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya, selanjutnya kita serahkan sama masyarakat apakah mau atau tidak memanfaatkan peluang yang ada. Contoh lain misalnya program perbaikan jalan usaha tani. Program itu akan sia – sia jika masyarakat tidak ada yang mau bertani di kawasan yang telah dibuatkan jalan usaha tani tersebut. Masih banyak lagi contoh lain, tapi intinya program – program pemerintah itu selalu melahirkan peluang bagi masyarakat untuk meraih kesejahteraan. Tinggal masyarakat saja mau atau tidak, siap atau tidak siap untuk memanfaatkan peluang – peluang itu” tutup Wahidin.
Laporan: LM Abduh



































