SULTRALINE.ID, MUNA – Anggota legislatif terpilih, La Ode Andri Ashari dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menegaskan bahwa pemberitaan yang beredar di sejumlah media online terkait dukungan mantan Bupati Muna, LM Rusman Emba, terhadap salah satu pasangan calon (Paslon) di Pilkada Muna 2024 adalah informasi yang tidak benar.
Andri, yang juga merupakan keponakan Rusman Emba, menyatakan bahwa pamannya tidak pernah memberikan arahan kepada keluarga maupun pendukungnya untuk mendukung salah satu Paslon dalam Pemilihan Bupati Muna.
“Pak Rusman tidak pernah memerintahkan untuk memihak kepada salah satu paslon. Ini adalah penggiringan opini yang sangat keji dan tidak berdasar,” ujar Andri.
Ia mengecam keras tindakan para pendukung salah satu paslon yang menggunakan nama Rusman Emba untuk kepentingan propaganda politik mereka.
Menurut Andri, informasi yang beredar tersebut adalah fitnah yang merugikan keluarganya. Ia juga mengingatkan agar nama pamannya tidak lagi digunakan dalam propaganda politik yang dapat menyesatkan masyarakat.
“Kami dari pihak keluarga sangat keberatan dengan tindakan ini. Kedepannya, kami tidak ingin ada lagi yang membawa-bawa nama Pak Rusman,” tegasnya.
Sebagai anggota legislatif dari PDIP, Andri juga menyatakan bahwa dukungannya kepada pasangan calon Bachrun-Asrafil adalah murni atas dasar loyalitas terhadap partai, dan tidak terkait dengan arahan dari Rusman Emba.
“Pilihan politik saya ini tidak ada kaitannya dengan Pak Rusman Emba. Saya bersama segenap pengurus dan kader partai berdiri tegak lurus untuk memenangkan Bachrun-Asrafil,” ungkap Andri.
Andri berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang telah berkembang di masyarakat menjelang Pilkada Muna yang akan digelar pada 27 November 2024. Ia menegaskan agar tidak ada lagi pihak yang menggunakan nama Rusman Emba sebagai alat dalam kampanye politik.
“Dalam situasi politik yang semakin memanas menjelang Pilkada Muna 2024, saya mengambil sikap tegas untuk meluruskan isu yang berkembang terkait dukungan paman saya Rusman Emba. Saya tekankan agar tidak ada lagi yang menjadikan nama Rusman Emba sebagai alat propaganda politik,” tandasnya.
Penulis : Baharuddin



































