SULTRALINE.ID, KENDARI – Konsorsium Aktivis Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin 4 April 2024.
Sebelumnya mereka melakukan aksi di dinas sumber daya air dan bina marga provinsi Sultra.
Kordinator aksi Rahmat dalam orasinya menyampaikan aksi mereka menyikapi pengguna barang atau pengelolaan alat berat dan peralatan lainnya milik pemerintah Sultra dalam rangka memperoleh pendapatan asli daerah yang diduga tidak di manfaatkan dengan baik sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara pada Tahun anggaran 2022.
“Ini akan menjadi perhatian serius dalam pimpinan birokrasi ataupun APH berdasarkan kajian investigasi dan alat bukti yang di duga kuat bahwa ada tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh dinas SDA dan bina marga,” ungkapnya.
Lebih lanjut Rahmat mengatakan atas potensi pendapatan sewa alat berat yang seharusnya dapat di terima oleh daerah bahwasanya sesuai hasil kajian investigasi mereka diduga kuat terdapat instruksi dan anjuran dari kepala dinas sumber daya air dan bina marga untuk alat alat berat milik pemerintah daerah tidak di peruntukan untuk di sewakan atau di pinjamkan tetapi khusus di gunakan untuk pengunaan rutin dinas dan penanggulan.
Atas dasar itu mereka meminta dan mendesak Kejati Sultra untuk memanggil dan memeriksa kepala dinas sumber daya air dan bina marga selaku pengguna barang mengelola alat berat dan peralatan lainya milik pemerintah Sultra dalam rangka memperoleh pendapatan asli daerah yang disinyalir dimanfaatkan dengan tidak baik sehingga merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah pada tahun anggaran 2022.
“Kami juga mendesak Pj Gubernur Sultra untuk memberikan sanksi kepada Sekda yang belum menetapkan pedoman dan proses pengelolaan alat berat lingkup pemerintah provinsi Sultra serta mencopot kadis sumber daya air dan bina marga,” ujarnya.
Akhir orasinya mantan menteri pergerakan BEM FEB ini menegaskan akan terus mengawal persoalan ini bahkan sampai pada ke ranah hukum demi terciptanya penegakan supremasi hukum.
“Saya tegaskan sekali lagi bahwa kami akan terus mengawal persoalan hingga tuntas,” pungkas Rahmat
Usai aksi mereka diterima langsung Kasi Penkum Kejati Sultra dan menyampaikan langsung tuntutan mereka.
Hingga berita ini ditayangkan awak media ini masih berusaha mengkonfirmasi ke pihak terkait.
TIM



































