SULTRALINE.ID, MUNA – Asisten lll sekaligus Plh Sekda Muna, La Ode Asmadi Teno,S.Pd, M.Si, membuka secara resmi kegiatan Konferensi Cabang II DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Muna Periode 2023-2025. Kegiatan ini dilaksanakan Kamis, 12 Oktober 2023, di Aula Galampano Kantolalo, Pukul 19.00 WITA.
Plh Sekda Muna ini mengimbau Mahasiswa yang aktif sebagai Kader GMNI menyebarkan nilai-nilai Pancasila dan ajaran positif yang dicontohkan para founding fathers khususnya Bung Karno ke berbagai lapisan masyarakat. Selain itu harapan besar Pemerintah Kabupaten Muna agar senantiasa menerapkan ajaran-ajaran ideologi Bung Karno di berbagai aspek kehidupan sehingga menumbuhkan benih-benih positif yang membuat keutuhan bangsa Indonesia semakin kokoh.
“Sebab, peran ini merupakan tanggung jawab GMNI sebagai organisasi masyarakat kaum nasionalis, terlebih lagi untuk kader GMNI,” ujarnya.


Oleh karena itu, Asmadi, mengajak kepada seluruh kader GMNI agar menjadi penjaga keutuhan ideologi Pancasila. Karena di era Reformasi seperti saat ini, nilai-nilai Pancasila sudah mulai tergerus oleh maraknya transfer budaya dari luar.
Menurut Mantan Camat Katobu ini situasi yang dihadapi bangsa belakangan ini membuat prihatin. Perkembangan teknologi informasi, justru membuat nilai sosial masyarakat mulai meluntur. Bapak Asmadi mengungkapkan peran media sosial (medsos) yang berkembang sangat pesat saat ini memiliki sisi positif maupun sisi negatif. Medsos di satu sisi bisa digunakan untuk mengontrol kebijakan negara. Artinya, peran medsos mampu meningkatkan partisipasi publik dalam mengontrol kebijakan yang dibuat pemerintah.
“Namun demikian, memang ada sisi buruk medsos jika digunakan secara tidak bertanggung jawab. Seperti banyak bermunculan konten medsos berisikan ujaran kebencian (hate speech) dan berita bohong (hoax),” tutup Asisten III Pemkab Muna.
Hadir dalam kegiatan ini Kapolres Muna, yang di wakilkan oleh Kasat Binmas, Perwakilan Kodim 1416 Muna, Ketua KPU Muna, Ketua KNPI Muna, Kader dan Alumni GMNI.
Laporan: Ando Hasrin
Editor: Irdwan Jeko



































