SULTRALINE.ID, BUTON UTARA – Pria kelahiran Desa Mata Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara tanggal 8 Juni 1974 tersebut, sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lainnya yang sehari-hari datang ke kantor Kecamatan Kambowa.
Namun jika PNS begitu lepas jam kerja, lalu istirahat maka berbeda dengan Yasir setiap pulang ia berkunjung ke yayasan yang telah ia bangun, waktunya dihabiskan di Yayasan Pendidikan Islam Yasir Al Bania di Desa Bente dekat tempat tinggalnya. “Saya setiap pulang dari kantor langsung ke yayasan saya” Ungkapnya. Senin (17/07/2023).
Pria yang akrab dipanggil pak Yasir ini, sekarang menjabat sebagai pegawai kecamatan. Pak Yasir mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Yasir Al Bania pada tahun 2010, dengan terbitnya izin operasional pada tanggal 31 Januari 2011. Jumlah murid terbanyak di dapatkan 35 orang pada tahun 2013. Jumlah murid sekarang berjumlah 3 orang di yayasannya tersebut .

Ia mengungkapkan kendala yang dihadapi yayasan ini adalah sulitnya menemukan murid yang ingin masuk di MTs Al Bania dan menumbuhkan kepercayaan pada masyarakat akan pentinya pendidikan islam
Ia menuturkan, mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Yasir Al Bania karena merasa terpanggil. Dia melihat banyaknya anak-anak yang bersekolah SMP yang berjalan kaki setiap hari sejauh >3 KM dengan kondisi panas matahari. Kemudian banyaknya generasi muda yang memiliki nilai integritas seperti membaca alquran yang kurang.
“Padahal dalam agama sudah jelas kita dianjurkan untuk tetap gemar membaca Alquran, Namun di satu sisi saat ini banyak anak muda kita yang lebih senang terkait duniawi saja, maka kalau kita tidak melakukan perubahan maka siapa lagi yang akan melakukannya,” ujar pria yang sering dipanggil Pak Yasir ini.

Yasir berharap, pemerintah setempat dapat memperhatikan yayasan yang telah ia bangun dan masyarakat dapat menyekolahkan anaknya di yayasan tersebut.
“Saya berharap pemerintah dan masyarakat dapat memberikan Pemahaman konstruktif dan pemahaman yang positif untuk anak-anak mereka untuk bersekolah di yayasan ini,” pungkasnya.
Laporan: CJ Sultraline
Editor: Irdwan Jeko



































