Sab. Feb 27th, 2021

Kepedulian Mahasiswa Teknik USN Kolaka Yang Terus Galang Donasi Bantu Korban Gempa Sulbar

1 min read
img_20210122_180616_544

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Bantuan bagi korban gempa bumi di Sulawesi Barat terus mengalir, hampir semua daerah melakukan penggalangan dana dari mahasiswa, pemuda, komunitas maupun instasi lainnya.

Seperti yang dilakukan mahasiswa Universitas Sembilanbelas November (USN) kolaka yang sudah sepekan terakhir terus galang bantuan baik berupa uang, bantuan pangan dan makanan.

Salah satunya sejumlah mahasiswa Teknik USN Kolaka yang membuka posko donasi di depan kampus USN yang berada di jalan poros kolaka. Kegiatan ini pun sudah diketahui pihak kampus.

Koordinator penggalangan dana, Fidelis mengatakan selain dari masyarakat bantuan yang mereka kumpulkan juga dari alumni yang nantinya akan distribusikan langsung ke lokasi pada minggu ini.

“Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat yang telah berbaik hati menyisihkan sedikit rezekinya untuk membantu para korban gempa,” katanya Jumat (22/01/2021).

Mereka berharap dengan bantuan ini para korban bisa tetap kuat dan semangat dalam menghadapi musibah ini.

“Tak henti-hentinya pula kami tetap mengajak masyarakat untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah, agar mereka tetap kuat dalam menghadapi bencana ini,” tutupnya.

Sekedar informasi, berdasarkan data badan nasional penanggulangan bencana (BNPB) melaporkan, korban meninggal dunia akibat gempa di sulawesi barat bertambah menjadi 91 jiwa pada kamis (21/1/2021).

Selain itu, diinformasikan bahwa warga yang mengungsi terdapat sejumlah 9.910 jiwa. Pengungsi tersebar di beberapa titik pengungsian dengan rincian Kabupaten Mamuju teridentifkasi sementara lima titik seperti di jalur, stadion mamuju, gerbang kota mamuju, tapalang, dan kantor bupati. Sementara di Kabupaten Majene ada dua titik teridentifikasi yaitu di SPN Malunda dan Desa Sulet Malunda.

Dan gempa di Kota Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah aset negara. Ada 279 objek dan infrastruktur yang rusak dengan kerugian yang harus ditanggung negara hampir Rp 1 triliun, atau tepatnya Rp 900 miliar.


Laporan : Sri

€sl Promotion

€sl Promotion