Sab. Des 5th, 2020

Kepastian Kompensasi UKT Belum Jelas, Mahasiswa Nilai Rektor UHO Lambat Ambil Kebijakan

1 min read
img-20200616-wa0000

 

SULTRALINE.ID, KENDARI – Dengan belum adanya kepastian tentang kebijakan kompensasi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahasiswa dari Rektor Kampus Universitas Halu Oleo (UHO), membuat mahasiswa resah. Mengingat semenjak adanya pandemi virus corona atau Covid-19 telah memberikan dampak yang begitu besar bagi masyarakat baik dari segi kesehatan, sosial dan perekonomian dengan adanya kebijakan pembatasan sosial guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

 
Mewakili keresahan mahasiswa, La Ode Abdul Wawan selaku Wakil Ketua Komisi III majelis permusyawaratan mahasiswa (MPM) UHO mengangkat bicara, bahwa Rektor UHO dinilai terlalu lambat dalam memberikan keputusan terkait dengan kebijakan kompensasi pembayaran UKT yang akan di berlakukan terhadap mahasiswa (UHO) di tengah situasi penyebaran wabah Covid-19 yang masih terus ada.

 

“Mestinya, ini bisa menjadi langkah yang utama untuk pak Rektor agar dapat sesegera mungkin mengumumkan kompensasi UKT di tengah Pandemi Covid-19 ini. Tetapi, lagi lagi sampai saat ini, pihak kampus masih tetap berdiam diri dan belum juga memberikan kejelasan yang pasti terkait kompenisasi UKT itu,” ucap Wawan, Senin (15/6/2020) malam.

 

Mantan Ketua DPM FIB UHO ini menambahkan bahwa selama pandemi Covid-19 ini sangat tidak bisa dinafikan kalau aktivitas perputaran ekonomi orang tua mahasiswa menjadi terhambat, dan proses perkuliahan mahasiswa juga menjadi sangat tidak stabil dan tidak maksimal.

 

“Sehingga dengan hal itu, perlu kiranya pak Rektor dapat mempertimbangan pembayaran UKT Mahasiswa UHO untuk dapat di kompensasi,” ujarnya.

 

Dengan tidak maksimalnya proses perkuliahan kurang lebih hampir 4 bulan ini, akibat Pandemi Covid-19 membuat mahasiswa sangat resah.
“Saya selaku Wakil Ketua Komisi III MPM UHO, hari ini mewakili suara seluruh mahasiswa Universitas Halu Oleo kepada Rektor UHO selaku pucuk pimpinan lembaga institusi kampus agar kiranya dapat memberikan Kompensasi/pemotongan 50% pembayaran UKT mahasiswa,” tutupnya.
Laporan : TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

€sl Promotion

€sl Promotion