SULTRALINE.ID, KENDARI – Ketua Tamalaki Wonua Konawe (TWK) Asrif A Banasuru.SIP. menyayangkan kejadian pengeroyokan oleh sejumlah orang dan menggunakan Fasilitas VDNI di daerah steril Projek strategis Nasional (PNS) yang di duga kuat di lakukan oleh oknum Koordinator Humas VDNI.
Menurutnya di daerah Konawe ini, praktek premanisme di tengah masyarakat Konawe mencederai nilai nilai leluhur di mana saling menghargai dan taat kepada asas Keadilan.
“Di tengah kisruh yang terjadi kami menganggap terjadi instabilitas sosial di tengah projek strategis nasional dimana Manajemen VDNI dalam kawasan PSN Tidak memiliki Etika, moral Dan jauh dari kata Profesionalitas dalam menjalan kan kehidupan dan Organisasi,” katanya
Mereka mengambil sikap, bahwa Praktek Praktek Premanisme di kawasan PSN ini harus di selesaikan oleh Pihak Kepolisian dan TNI, dimana Banyak kasus yang telah kami catat dan Memantau .,
1. Kasus Di temukan mayat di belakang areal PLTU yang konon Mayat tersebut merupakan Warga yang melakukan pencurian dan mati tenggelam lari saat dalam pengejaran oleh Security VDNI.
2. Kasus pemukulan Oleh Sekelompok Orang di Areal JT PLTU yang dimana Fasilitas VDNI yang di Gunakan areal VDNI yang Vital tersebut, masih bebas Melakukan Tindakan tindakan Di luar Nalar dan tidak menjujung Nilai Nilai Pancasila , yang di mana Komitmen perusahaan VDNI ikut membangun Sumber daya Manusia Di dalam nya, namun tercoreng oleh ulah Oknum oknum yang bergaya preman begitu juga dalam perekrutan sebagai Humas dan Security di sana.
“Problem ini harus di angkat kepermukaan, dan kami siap mengawal perbaikan Di PSN, apakah iya Sebagai kawasan Objek Vital negara nyawa dan hak asasi Manusia tidak ada, maka kami sepakat dengan beberapa kelompok masyarakat (Ormas) melakukan langkah langkah Kongkrit dalam mendorong hak tersebut dan akan melakukan RDP ke pihak manajemen VDNI bersama TNI dan Polri,” pungkasnya.
Diketahui dalam video yang telah beredar ada sekolompok orang melakukan penganiayaan terhadap korban yang saat ini sudah melaporkan peristiwa tersebut di Polsek Bondoala dan permasalahannya masih terus berproses
TIM



































