SULTRALINE.ID-KENDARI
Pencipta lagu Darah Juang, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing, meninggal dunia pada Rabu malam, 25 Februari 2026. John mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta sekitar pukul 20.45 WIB.

Pencipta lagu legendaris Darah Juang, John Tobing, meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026) malam. Kabar duka tersebut menyebar cepat di kalangan aktivis karena lagu ciptaannya selama puluhan tahun menjadi simbol perjuangan dalam berbagai aksi dan demonstrasi.
“Kami yang pernah melantungkan bait lagu itu di masa masa demonstrasi kala itu menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya John Tobing ungkap chiko atman salah satu aktifis prodemokrasi di era 98 , bagi chiko kepergian nya tidak akan menghapus lirik dan semangat perlawanan terhadap penindasan yang di rasakan oleh rakyat indonesia, selamat jalan kawan ,panjang umur perjuangan !
Berikut Lirik Lagu Darah Juang
Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samudranya kaya raya
Tanah kami subur tuan…
Di negeri permai ini
Berjuta Rakyat bersimbah ruah
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja…
Mereka dirampas haknya tergusur dan lapar bunda relakan darah juang kami tuk membebaskan rakyat…
Mereka dirampas haknya tergusur dan lapar bunda relakan darah juang kami pada mu kami berbakti padamu kami mengabdi
Di negeri permai ini
Berjuta Rakyat bersimbah ruah
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja…
Mereka dirampas haknya tergusur dan lapar bunda relakan darah juang kami tuk membebaskan rakyat…
Mereka dirampas haknya Tergusur dan lapar bunda relakan darah juang kami pada mu kami berbakti padamu kami mengabdi
di ketahui “Darah Juang”, ciptaan John Tobing pada awal 1990-an, adalah hymne perlawanan mahasiswa dan aktivis, termasuk Partai Rakyat Demokratik (PRD), yang menyimbolkan solidaritas terhadap rakyat tertindas. Lagu ini lahir sebagai refleksi atas kondisi sosial-politik, menjadi penyemangat demonstrasi reformasi 1998, hingga aksi sosial kekinian.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai lagu “Darah Juang” dan kaitannya dengan PRD
- Konteks Penciptaan: Diciptakan oleh John Tobing, seorang aktivis mahasiswa UGM, untuk membangun solidaritas melawan rezim yang menekan gerakan mahasiswa.
- Hymne Perjuangan: Lagu ini sering dinyanyikan dalam pergerakan yang melibatkan PRD, menegaskan komitmen untuk membela rakyat.
- Simbol Perlawanan: Menjadi lagu yang kerap berkumandang saat demonstrasi, dengan lirik yang menggambarkan keteguhan dan perjuangan melawan ketidakadilan.
- Makna: Lagu ini merepresentasikan kesediaan kaum muda untuk berkorban demi perubahan dan membela kaum tertindas.
Meskipun sering diidentikkan dengan PRD dan gerakan mahasiswa, “Darah Juang” telah melintasi waktu dan menjadi lagu wajib di hampir seluruh aksi unjuk rasa di Indonesia.
artikel ini di kutip dari berbagai sumber .
penulis : Tim



































