SULTRALINE.ID-KENDARI
Kenderaan yang melintas di jalur poros panglima polim andonohu kendari di siaga kan dengan rambu tanda pelan pelan dalam berkendaraan dan mengurangi laju kecepatan kendaraan di pagi buta pukul 03 .00 wita pagi . Hal ini disebabkan tim abu langit official kembali lakukan aksi peduli pengguna jalan dengan melakukan pengerjaan menambal 3 titik jalan berlubang di dekat jembatan,
Dibawah cahaya bulan dan lampu kendaraan tim, abu langit official berpakaian rompi warna oranye bermotif Light itu terlihat kembali melanjutkan aksi sosialnya penambalan jalan berlubang , mulai dari membersihkan material batu yang berserakan, kemudian disiram dengan emulsi dan di lapisi aspal serta diratakan dengan cara manual mesin Stamper yang sederhana.

Abu langit official Harun Andi menerangkan lokasi jalan rusak yang terdapat di jalan panglima polim ini dari hasil penelusuran unit reaksi cepat ada banyak titik yang berlubang ,namun kami memastikan lebih dulu lokasi pada tingkat rawan kecelakaan.
Di awali padax saluran informasi warga yang meminta tim abu langit official melalui akun resmi tiktok Abu langit official melaporkan seringnya melihat peristiwa kecelakaan tersebut olehnya itu tahapan SOP segera kami lakukan di antaranya peninjauan lapangan ,lalu menghitung jumlah material yang akan di gunakan serta mempertimbangkan jam kerja tim, dan yang paling utama tingkat kemacetan
Olehnya itu inilah alasan kenapa harus pukul 3 pagi buta kami bergerak lakukan penambalan ( patching ). Jumat 24 april 2026
Di tambahkan lagi dalam wawancaranya pada awak media ini bahwa”Kegiatan ini murni kepedulian untuk ikut menjaga keselamatan jiwa pengendara, sudah banyak yang jadi korban. Apa lagI tidak lama lagi masuk akhir pekan , tentu arus lalu lintas akan meningkat, dan kita tidak ingin ada korban jiwa yang berjatuhan,” pungkasnya.
Di ketahui kegiatan patchin jalan berlubang ( tambal Jalan ) abu langit official di mulai pada pukul 3 dini hari dan berakhir pada pukul 4.45 wita.dengan hasil menutup lubang sebanyak 5 titik.
Liputan : Hamid
Editor : Bahri



































