SULTRALINE.ID-,KOLAKA
Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menggelar Gebyar Bulan Bahasa 2026 melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 26 hingga 28 Oktober 2026 di Auditorium USN Kolaka, Sulawesi Tenggara, ini melibatkan 83 peserta dari delapan SMA sederajat dari Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, dan Bombana, serta mahasiswa USN Kolaka.

Mengangkat tema “Lestarikan Bahasa, Wujudkan Generasi Berbudaya”, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan berbahasa, kreativitas, dan kepercayaan diri generasi muda. Panitia juga menjadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk memperkenalkan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia kepada pelajar tingkat menengah.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Kemahasiswaan, dan Sistem Informasi USN Kolaka, Dr. Musnajam, S.T., M.Eng., menilai kegiatan kebahasaan memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan pelajar.
“Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu mendorong kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kepedulian mahasiswa terhadap kebudayaan. Kegiatan seperti Gebyar Bulan Bahasa memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkuat kecintaan terhadap bahasa Indonesia,” ujarnya.

Menurut Musnajam, keterlibatan siswa sekolah menengah dalam kegiatan kampus juga dapat memperluas interaksi antara perguruan tinggi dan sekolah. Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung pengembangan minat dan kemampuan siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia USN Kolaka, Kadirun, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan keterampilan berbahasa membutuhkan ruang praktik yang mendorong peserta untuk aktif menggunakan bahasa.
“Kemampuan berbahasa tidak cukup dikembangkan melalui pembelajaran di kelas. Peserta juga perlu memperoleh kesempatan untuk menyampaikan gagasan, mengolah kreativitas, dan berkomunikasi di hadapan publik. Melalui kegiatan ini, kami berharap pelajar dan mahasiswa semakin percaya diri dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan tepat,” katanya.
Kadirun juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat minat generasi muda terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Menurutnya, pengembangan literasi perlu berjalan seiring dengan upaya mengenalkan kekayaan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Gebyar Bulan Bahasa 2026, Syahratul Jannah, mengatakan panitia menghadirkan sejumlah perlombaan untuk memberikan ruang bagi peserta dalam menunjukkan kemampuan dan kreativitas.
“Kami ingin menjadikan Gebyar Bulan Bahasa sebagai ruang belajar dan berkompetisi secara sehat. Melalui berbagai cabang lomba, peserta dapat mengembangkan kemampuan, memperoleh pengalaman, dan membangun keberanian untuk menampilkan karya serta gagasan mereka,” ujarnya.
Panitia menyelenggarakan empat cabang perlombaan, yakni tari kreasi, menyanyi, orasi ilmiah, dan storytelling. Cabang tari kreasi dan menyanyi diperuntukkan bagi siswa, sedangkan orasi ilmiah dan storytelling untuk mahasiswa.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, panitia menjadwalkan lomba tari kreasi dan menyanyi. Hari kedua diisi dengan lomba orasi ilmiah dan storytelling. Adapun hari ketiga mencakup penampilan Komunitas Sastra (Komsas), seminar, pengumuman pemenang, dan penyerahan hadiah.
Gebyar Bulan Bahasa juga berkaitan dengan sejarah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, yang menegaskan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Peringatan Bulan Bahasa setiap Oktober menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peran bahasa Indonesia sekaligus menghargai keberagaman bahasa daerah.
Melalui kegiatan ini, USN Kolaka diharapkan dapat memperluas ruang pengembangan literasi bagi pelajar dan mahasiswa. Selain meningkatkan keterampilan berbahasa, kegiatan tersebut juga diharapkan mendorong generasi muda untuk terus berkarya dan menjaga keberlanjutan bahasa serta budaya Indonesia.
Editor: Titah





































