Jum. Sep 18th, 2020

Hore, 4521 Mahasiswa USN Kolaka dapat Bantuan Pulsa Sebesar 100 Ribu

1 min read
img_20200910_195524_460

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Akibat pandemi virus corona atau covid-19 yang melanda beberapa bulan ini membuat proses perkuliahan di seluruh perguruan tinggi se nusantara dilakukan secara daring atau online.

Kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) RI akhirnya mengeluarkan sejumlah kebijakan guna meringankan beban mahasiswa salah satunya bantuan pulsa bagi mahasiswa.

Olehnya itu dalam rangka mendukung kebijakan Kemendikbud dalam menerapkan proses pembelajaran mahasiswa pada masa pandemi covid-19 khususnya di lingkup Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melalui SK rektor nomor 188/un56/km/2020 tentang daftar penerima bantuan pulsa kuliah daring tahun akademik 20191/20192 semester genap.

Wakil rektor bidang akademik, Prof. Ruslin Hadanu mengatakan untuk mekanisme pencairannya saat ini telah dipercayakan kebagian keuangan untuk mendistribusikan ke mahasiswa, dengan jumlah bantuannya sebesar Rp 100 ribu.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah disepakati pula bantuan pulsa nantinya akan disondingkan untuk mengurangi uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa, sehingga tidak tumpang tindih dengan bantuan sebelumnya.

“SK sudah keluar dan saat ini tinggal menunggu saja proses penyalurannya melalui bagian keuangan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Kepala Bagian Keuangan USN Kolaka, Rhobe menjelaskan bantuan pulsa sebesar 100 ribu merupakan akumulasi selama dua bulan terakhir ini. Dimana untuk sistem penyalurannya dengan pengurangan UKT, jika ada mahasiswa yang telah bayar UKT akan diberikan secara tunai ke mahasiswa melalui fakultas masing-masing.

Ia menambahkan, untuk jumlah penerima bantuan pulsa sebanyak 4521 mahasiswa yang bisa dinikmati pada pekan depan.

“Karena saat ini mencocokan data yang telah ada, sehingga pertanggungjawaban sesuai aturan yang berlaku dan mahasiswa juga bisa menikmati bantuan ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pemerintah sebelumnya melalui Kemendikbud akan menggelontorkan dana sekitar Rp 9 triliun guna membantu siswa, mahasiswa, guru, hingga dosen untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Laporan : Sri