SULTRALINE.ID, KENDARI – Aliansi Mahasiswa Kota Baubau, Sulawesi Tenggara menuntut Pemerintah Pusat untuk menurunkan harga pangan terutamanya beras dan kebutuhan pokok lainnya. Pasalnya kenaikan terjadi merata di seluruh daerah di Indonesia yang sangat memberatkan masyarakat.
Terlebih kenaikan harga juga, diperkirakan masih akan terjadi menjelang bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari.
Ketua Himpunan Mahasiswa Pertambangan Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baslan mewakili Aliansi Mahasiswa Kota Baubau menuturkan, kenaikan harga khususnya beras, sangat tidak masuk akal. Pasalnya, hanya dalam waktu sepekan, beras mengalami kenaikkan hingga dua kali.
Baslan juga menilai, bantuan sosial (Bansos) yang dikeluarkan oleh pemerintah secara ugal-ugalan dan tidak sistematis, jelas merugikan masyarakat.
Menurutnya Pemerintah seharusnya dapat meminimalisir bahkan bisa memperhitungkan segala kebutuhan pangan, utamanya di momen seperti saat ini.
“Tapi pada prakteknya, pemerintah seakan-akan tidak mempersoalkan hal yang seharusnya menjadi kebutuhan utama masyarakat,” tegas Baslan saat menggelar konferensi pers, Selasa (05/03/2024).
Ditempat yang sama, Ketua BEM Fakultas Ekomoni dan Bisnis Universitas Muslim Buton (UMB) Rafikas menambahkan, kenaikan harga yang terjadi berulang kali, diduga jadi permainan sejumlah oknum dalam lembaga pemerintah untuk memperoleh keuntungan, sudah tentu sangat tidak berpihak kepada masyarakat.
“Jadi kelangkaan dan kenaikan harga ini, perlu menjadi catatan dan pertanyaan besar masyarakat terhadap pemerintah. Karena sudah tentu berdampak negatif dan merugikan masyarakat,” ujarnya.
Terlebih lagi kata ia, beberapa hari lagi akan memasuki bulan Ramadhan, yang dipastikan harga-harga kebutuhan pokok selalu naik dan sudah terjadi setiap tahunnya memasuki bulan Ramadhan khususnya di Kota Baubau.
Sebentar lagi kita akan masuk ke bulan Ramadan, sudah pasti harga akan naik dan itu sudah bukan hal yang baru lagi, utamanya di Kota Baubau.
“Olehnya itu, kami meminta Pemerintah Kota Baubau secepatnya mengambil langkah untuk mencegah terjadinya kenaikan harga,” ucap Rafikas.
Atas kenaikan tersebut, mereka juga akan turun kejalan untuk menggelar aksi, agar tuntutan mereka bisa ditanggapi oleh pemerintah.
“Dalam kesempatan ini juga kami menolak kenaikan tarif listrik dan tol serta menolak adanya pemilu curang,” pungkasnya.
Laporan: TIM



































