SULTRALINE.ID-KENDARI
Kegiatan di laksanakan pada hari jumat 26 juni 2026 pukul 4 sore fi teras rumah warga RT, 002 ,kelurahan bende kecamatan kadia kotakendari
Siti farida Usman yang biasa di sapa ibu farida mengungkapkan bahwa baru kali ini lihat partai cara menyapa warga dengan lebih dekat dan lebih sederhana ,yang lebih bahagianya lagi diskusi di teras rumah yg sederhana dihadiri langsung oleh Ketua dan sekertaris DPD partai rakyat indonesia. Menurut tuang rumah hayati Kalau tau ibu wa ode nurhayati mau datang gabung, kami kumpulkan emak emak hingga ratusan orang ,menurutnya kegiatan diskusi politik di teras rumah hari ini hanya gagasan kecil kami untuk belajar sedikit sedikit politik.
Melalui program “Politik dari Teras Rumah”, Partai Rakyat Indonesia (PRI) memilih menghadirkan politik yang lebih dekat dengan masyarakat. Suasana penuh keakraban membuat warga leluasa menyampaikan aspirasi, harapan, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi banyak warga, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang berbeda. Salah satunya disampaikan Ady Haerani yahya yang biasa di sapa warga ibu Rani,ia mengungkapkan
Baru kali ini saya melihat ada partai yang menyapa warga dengan cara yang begitu dekat dan sederhana. Kami tidak berkumpul di gedung atau aula, tetapi duduk bersama di teras rumah. Yang membuat kami semakin bahagia, Ketua dan Sekretaris DPD Partai Rakyat Indonesia hadir langsung untuk mendengarkan kami, tanpa kami undang, ungkapnya.
Menurut nya, pendekatan seperti ini membuat masyarakat merasa dihargai karena diberikan ruang untuk berbicara, bukan sekadar menjadi pendengar.

Hal senada juga disampaikan oleh tuan rumah, Ibu Hayati. Dengan penuh antusias, ia mengaku tidak menyangka rumah sederhananya menjadi tempat lahirnya diskusi politik yang hangat dan penuh kekeluargaan.
“Kalau saya tahu sebelumnya Ibu Wa Ode Nurhayati akan ikut hadir, kami pasti mengundang lebih banyak warga. Kami bisa mengumpulkan emak-emak sampai ratusan orang. Antusiasme masyarakat sangat besar untuk ikut berdiskusi seperti ini,” katanya sambil tersenyum.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi langkah kecil untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang politik.
Diskusi politik di teras rumah hari ini adalah gagasan kecil kami untuk belajar sedikit demi sedikit tentang politik. Kami ingin masyarakat memahami bahwa politik bukan sesuatu yang harus dijauhi, tetapi bisa menjadi ruang bersama untuk mencari solusi bagi lingkungan dan masa depan daerah,” tambahnya.
Konsep “Politik dari Teras Rumah” menjadi simbol bahwa demokrasi tidak selalu tumbuh dari ruang-ruang formal. Perubahan juga dapat dimulai dari percakapan sederhana di teras rumah, ketika masyarakat diberi kesempatan untuk berbicara dan didengarkan dengan sungguh-sungguh.
Kegiatan ini membawa pesan bahwa politik yang membangun adalah politik yang hadir di tengah masyarakat, membuka ruang dialog, dan menumbuhkan kepercayaan melalui kebersamaan.
Sebab perubahan yang besar sering kali tidak dimulai dari panggung yang megah, melainkan dari teras rumah yang sederhana—tempat rakyat menyampaikan harapan, pemimpin mendengarkan, dan masa depan dibangun bersama.
Liputan : Titah
Editor : Ari.



































