SULTRALINE.ID, KENDARI – Akhir-akhir ini masyarakat Khususnya Ibu-ibu di Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara dibuat risau dengan kelangkaan gas elpiji (LPG) ukuran 3 Kg. Bagaimana tidak selama beberapa hari belakangan masyarakat sulit mendapatkan gas LPG 3 Kg yang akan di gunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari, Sabtu (13/08/2022)
Kelangkaan gas LPG yang terjadi di Konkep memaksa masyarakat mencari di Kecamatan lain bahkan jika menemukan tabung gas tersebut itu sudah di banderol dengan harga yang sangat tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Atas kelangkaan tersebut, membuat Tokoh Pemuda Konkep, Pandyi menyayangkan sikap Pemda dan DPRD Konkep, yang terkesan diam dan meminta Pemda dan DPR turun tangan usut dan selesaikan masalah ini, mengingat kelangkaan gas LPG sudah sering terjadi.
“Pemerintah dalam hal ini Pemda dan DPRD konkep jangan hanya diam atas persoalan ini, karena ini masalah kebutuhan dasar sehari-sehari jangan kemudian masyarakat dibuat terus terusan merasa resah sendiri akan kondisi ini, kasian masyarakat kita kesulitan mendapatkan tabung gas kalaupun dapat itu sudah harga yang sudah sangat tinggi” tegasnya.

Mantan Presiden Mahasiswa UHO itu mengatakan, kelangkaan tersebut tidak hanya terjadi kali ini saja, belum lama ini juga pernah terjadi kelangkaan gas LPG di konkep yang berujung amukan dari sekelompok ibu-ibu di pelabuhan Langara. Saat itu Diketahui kelangkaan tersebut di akibatkan karena tidak di distribusikannya tabung LPG tersebut ke toko-toko.
“Karena kelangkaan ini terus terusan terjadi berarti ada yang tidak beres pasti ada masalah yang melatarbelakangi ini dan ini yang mesti di selesaikan agar tidak terjadi lagi ke depan, kan kasian masyarakat” timpalnya.
Mahasiswa pascasarjana itu menegaskan agar masalah kelangkaan tabung gas segera di selesaikan agar kembali normal sehingga masyarakat di Konkep khususnya Ibu-ibu tidak lagi terus terusan risau akan kelangkaan tabung gas yang terjadi.
Laporan: TIM



































