SULTRALINE.ID, KONAWE UTARA – Langkah maju Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin, dalam mendigitalkan layanan pembayaran Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dan layanan masyarakat patut diapresiasi.
Hal itu disampaikan Nuryaddin, S.Hut. Menurutnya ia melihat bahwa langkah ini dilakukan tidak tanpa alasan, karena bertujuan untuk memenuhi ekspektasi masyarakat yang terus berkembang dan menghadapi perkembangan menuju dunia digital yang lebih maju. Oleh karena itu, hal ini bukanlah suatu pilihan, tetapi suatu keharusan yang perlu dilakukan oleh pemerintah Daerah, baik disukai ataupun tidak.
Sistem pembayaran yang saat ini digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Konawe Utara adalah menggunakan Quick Response Indonesian Standard (QRIS). QRIS adalah sistem pembayaran dengan teknologi QR Code yang dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk men-standarisasi proses pembayaran elektronik di Indonesia.
“QRIS menyatukan berbagai sistem pembayaran elektronik di Indonesia dalam satu sistem QR Code,” tutur salah satu Tim Bakal Calon Gubernur Sulawesi Tenggara Dr.Ir.H. Ruksamin, S.T, IPU, ASEAN.ENG.

Kata Nuryaddin, Dr. Ir. H. Ruksamin telah memperhatikan dan menyadari bahwa banyak bisnis, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM) yang berada di desa, harus beradaptasi dengan penggunaan alat digital canggih ini. Bisnis telah menemukan pendekatan yang lebih baik untuk mengoptimalkan transaksi bisnis mereka dan memberikan layanan pelanggan yang lebih baik. Pengguna dari berbagai sistem pembayaran elektronik yang berbeda dapat melakukan pembayaran melalui satu kode QRIS, hanya dengan menggunakan ponsel berkamera yang terkoneksi ke internet.
Dengan langkah cerdasnya, Dr. Ir. H. Ruksamin, Bupati Konawe Utara, berhasil beradaptasi dengan perubahan ini dan menjembatani kesenjangan digital. Beliau mampu merampingkan transaksi layanan pemerintah dan berupaya meningkatkan kinerja.
“Dengan demikian, pemanfaatan strategi pemerintah digital menggunakan kode QR juga telah menjadi faktor integral untuk berbagi dan mengelola informasi dengan lancar,” tutup mantan anggota DPRD Muna 2004-2009.
Laporan: Ando Hasrin
Editor: Irdwan Jeko



































