• Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
VIDEO CHANNEL
Sultra Line
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
No Result
View All Result
SultraLine
No Result
View All Result
IMG-20260902-WA0020(1)
Merah Putih Modern Selamat & Sukses Instagram Post (1)
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan (1)
1
Biru dan Abu-abu Modern Ucapan Selamat Pelantikan Instagram Post
spanduk
us2
IMG-20260606-WA0027
hartoyo
IMG_20260930_185101
1791168021084
ChatGPT Image 5 Okt 2026, 12.09.14
previous arrow
next arrow
Headline
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.
  • Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .
  • Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra
 
Home NEWS

Ekosistem Mangrove Muna Barat, Jantung Hijau yang Menyimpan Cerita Kehidupan 

#OPINI

by SULTRALINE.ID
21 Juli 2024
in NEWS, OPINI
0
Ekosistem Mangrove Muna Barat, Jantung Hijau yang Menyimpan Cerita Kehidupan 
634
SHARES
976
VIEWS
Share ke WAShare on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Abdul Bukit Jalil (Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo)


 

Sebagai orang yang hidup dan tinggal di tepi pantai Kabupaten Muna Barat, yang kesehariannya sebagai mahasiswa. Saya Abdul Bukit Jalil, mahasiswa akhir Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo, saat ini mendalami riset valuasi ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove di Kabupaten Muna Barat memiliki vegetasi yang sama dengan ekosistem mangrove di kabupaten/Kota Sulawesi Tenggara lainnya. Hanya masyarakat Muna Barat, terutama orang awam (orang tua), tidak paham dengan nama mangrove; mereka lebih mudah menyebut kayu bakau dan buli.

Secara umum, mangrove merupakan suatu ekosistem yang berada di daerah tepi pantai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut sehingga lantainya selalu tergenang air. Ekosistem mangrove berada di antara level pasang naik tertinggi sampai level di sekitar atau di atas permukaan laut rata-rata pada daerah pantai yang terlindungi dan menjadi pendukung berbagai jasa ekosistem di sepanjang garis pantai di kawasan tropis. Keberadaan ekosistem mangrove sangat penting karena memiliki manfaat ekologis, yakni sebagai habitat dari berbagai macam jenis ikan, udang, kepiting, gastropoda, bivalvia, dan lain-lain.

Berbicara manfaat mangrove di Muna Barat, perlu diketahui luas hutan mangrove itu sendiri. Dilansir dari Badan Penghubung Daerah Sulawesi Tenggara dalam Workshop Nasional Percepatan Rehabilitasi Mangrove, luas hutan mangrove Sulawesi Tenggara adalah 3.901,36 hektar yang terindikasi sebagai mangrove dengan kelebatan sedang. Kondisi mangrove dengan kelebatan sedang tidak terlepas dari pengaruh pemanfaatan hutan mangrove oleh masyarakat. Dalam sebuah penelitian, kondisi hutan mangrove Kabupaten Muna Barat pada tahun 2020 memiliki kerapatan hanya 855 tegakan per hektar, terbilang menurun drastis dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 1.605 tegakan per hektar (Fakaubun, 2022). Hal ini disebut degradasi hutan mangrove dan peralihan fungsi hutan mangrove.

Degradasi ini tidak terjadi begitu saja; penyebabnya sangat nyata dan kompleks. Penduduk setempat mulai memanfaatkan kayu mangrove untuk kayu bakar dan bahan bangunan (dolken), menggantikan hutan mangrove dengan pemukiman baru, dan mengubah lahan menjadi tambak ikan. Keputusan-keputusan ini, meski tampak perlu demi kelangsungan hidup sehari-hari, ternyata membawa konsekuensi besar bagi ekosistem yang rapuh ini. Dalam suatu studi kasus di Desa Bakeramba, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, pemanfaatan hutan mangrove digunakan untuk kayu bakar batu merah atau batu bata di desa tersebut. Desa ini merupakan salah satu desa dengan produksi batu merah terbesar di Kabupaten Muna Barat. Diketahui harga per kubik kayu mangrove senilai Rp 350.000-500.000. dengan harga seperti itu maka banyak penebang yang tergiur, sehingga ini akan mengikis sedikit demi sedikit keberadaan hutan mangrove.

Selain itu, masyarakat sering menggunakan kayu mangrove sebagai kayu gelam (dolken) yang dihargai perbatangnya mencapai Rp 5.000. Penggunaan ini digunakan untuk penyangga bangunan, biasanya untuk bangunan dua lantai. Kegiatan seperti ini mengakibatkan setiap tahun terjadi degradasi hutan mangrove. Degradasi ini bukanlah cerita yang hanya terjadi di Muna Barat. Laporan Ilman dkk., 2016, mengungkapkan bahwa di seluruh Indonesia, ekosistem mangrove mengalami nasib serupa. Setiap tahun, sekitar 200.000 hektar hutan mangrove hilang, sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan akan kayu bakar, pembangunan pemukiman, dan tambak.

Ini mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam. Di balik setiap pohon mangrove yang hilang, ada ekosistem yang hancur dan kehidupan yang terancam. Sebagian masyarakat memanfaatkan hutan mangrove sebagai mata pencaharian dengan mencari kerang-kerangan seperti di Muna Barat maupun di Muna dikenal sebagai kerang burungo (Telescopium telescopium) dan kerang kaboi (Polymesoda expansa).

Biasanya, kerang-kerangan ini dipasarkan di pasar tradisional di Muna Barat, seperti di Pasar Guali, Pasar Masarapasar, dan Pasar Sentral lainya. Biasanya masyarakat menjualnya dengan dua pilihan: pertama, kerang tanpa kulit dan kerang dengan kulitnya. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 15.000-30.000 per ember tiger, variasi tergantung pilihan yang diminta. Dari sini dapat kita lihat bagaimana pentingnya ekosistem mangrove bagi perekonomian.

Saya berharap, untuk menjaga pemanfaatan dan pengembangan hutan mangrove, perlu peranan semua elemen masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi kerusakan dan memaksimalkan manfaat ekonomi dari ekosistem mangrove. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan:

1. Rehabilitasi Mangrove dengan Partisipasi Masyarakat: Upaya rehabilitasi mangrove perlu melibatkan masyarakat setempat dengan cara memberdayakan mereka, baik dari segi pengetahuan maupun ekonomi. Masyarakat perlu diberi pelatihan tentang teknik rehabilitasi mangrove dan pentingnya menjaga ekosistem ini. Selain itu, upaya pemanfaatan sumber daya perikanan yang ramah lingkungan, seperti penerapan sistem budidaya silvofishery (wana mina), dapat dilakukan untuk mengoptimalkan nilai ekonomi pemanfaatan langsung sambil tetap menjaga kelestarian vegetasi mangrove.

2. Pembuatan Peraturan Desa: Penting untuk membuat aturan yang disusun bersama oleh instansi terkait, pemerintah desa, dan masyarakat dalam bentuk peraturan desa. Aturan ini harus mengatur tentang pengelolaan dan pengawasan ekosistem mangrove, termasuk larangan terhadap penambangan pasir dan pengolahan kayu bakar yang merusak sumber daya alam tersebut. Dengan adanya peraturan yang jelas dan tegas, diharapkan ekosistem mangrove dapat dilindungi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

3.Pengembangan Potensi Wisata Alam: Potensi wisata alam di kawasan mangrove Desa Labone, seperti objek wisata alam Topa, dapat dikembangkan sebagai sumber mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir. Dengan mengoptimalkan potensi wisata ini, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tambahan tanpa merusak ekosistem mangrove. Keterlibatan pemerintah daerah dalam pembangunan sarana dan prasarana penunjang objek wisata tersebut sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan potensi ini.

Mangrove di Kabupaten Muna Barat adalah contoh nyata bagaimana alam dan manusia saling bergantung. Dengan pengelolaan yang bijak dan melibatkan seluruh pihak terkait, ekosistem mangrove dapat tetap lestari dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

 

SultraLine Bisa Diakses Melalui Saluran Google News atau Google Berita berikut Ini: CLick
SULTRALINE.ID

SULTRALINE.ID

Related Posts

Wa Ode Nurhayati  Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Dugaan kekerasan kembali menjadi sorotan setelah pemberitaan photo photo kekerasan beredar luas di media sosial yang di alami perempuan...

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID- KOLAKA Purwokerto, 1 Oktober 2026 — Kontingen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sukses meraih Juara Harapan II Kategori Stand...

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

by SULTRALINE.ID
1 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID–KENDARI Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih, seorang perempuan asal Kendari berusia 47 tahun, Wagiyem, kini harus menjalani perjuangan...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Siswa Smp 1 kendari kembali jadi sorotan perhatian di arena gelanggang kejuaran pencak silat arung palakka champhion 2026 Kabupaten...

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari  Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Nama lengkapnya La Ode Muh.Syihab Az Zuhri di usianya yang masih remaja ia ukir Prestasi membanggakan pesilat remaja berbakat...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali untuk sultra

by SULTRALINE.ID
28 September 2026
0

Sultraline.id -kendari Langkah kecil di atas gelanggang membawa cerita besar bagi Rafa juliansyah AlFarabi siswa Smp negeri 1 kendari, pesilat...

Next Post
Disambut Ribuan Masyarakat, H.Sumarling Majja dan Timber Yakin Menangi Pilkada Kolut

Disambut Ribuan Masyarakat, H.Sumarling Majja dan Timber Yakin Menangi Pilkada Kolut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip Artikel

Sultra Line

Rumah Berita Perjuangan Sultraline
"Setiap Orang adalah Jurnalis, Setiap Peristiwa adalah Berita"

Oplus_131072

Populer Minggu Ini

  • LAKI Sultra: Korupsi PNBP dan Pajak Sektor Industri & Perhubungan Jadi Atensi di 2024

    LAKI Beberkan Pemeriksaan Pesawat Uap dan Bejana Tekan di Sultra Tak Pernah Dilakukan, Terindikasi Kebocoran Negara Ratusan Miliar 

    3591 shares
    Share 1436 Tweet 898
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

    625 shares
    Share 250 Tweet 156
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

    620 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Banggakan Sulawesi Tenggara! Sanggar Seni USN Kolaka Siap Berlaga di PEKSIMINAS XVIII 2026

    722 shares
    Share 289 Tweet 181

Alamat Kantor

Ikuti Kami

  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise

© 2016-2022 Sultra Line

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video

© 2016-2022 Sultra Line

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In