SULTRALINE.ID, KENDARI – Musibah banjir yang melanda Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara sepekan terakhir ini sangat berdampak besar terhadap masyarakat. Sebagai ibu kota provinsi, Kota Kendari menjadi jantung dan diperlukan penanganan serius dari Pemerintah Provinsi, namun dibawah kepimpinan Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto terkesan sangat lambat bertindak mengantisipasi hal tersebut.
Hal itu menjadi sorotan publik, salah satunya datang dari Ketua Jaringan Aktivis Sulawesi Tenggara (Jarak Sultra) Naga Sultra.
“Hari ini kami menilai lamban dalam menghadapi persoalan bencana, Banjir kota Kendari itu sudah di prediksi sebelumnya karena jumlah dan intensitas hujan melalui Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) sudah memperkirakan sebelumnya, seharusnya PJ. Gubernur melakukan langkah-langkah terukur, hingga saat 8 Maret 2024 hampir di semua area Fital kota Kendari lumpuh total, sejak 7 meret kemarin Pj. Gubernur tidak terlihat di lapangan memastikan kondisi masyarakat dan seharusnya PJ. Gubernur turun langsung di lokasi,” bebernya.
Berdasarkan persoalan tersebut Ketua Jarak Sultra mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk segera mencopot PJ. Gubernur Sulawesi Tenggara karena di Duga tidak peduli dengan persoalan banjir yang menimpa kota Kendari.
“kami menilai menduga kuat bahwa PJ. Gubernur Sultra apatis dengan keadaan saat ini banjir sudah hampir melumpuhkan seluruh sendi kita Kendari, tapi PJ. Gubernur tidak kunjung terlihat, ada apa ini kenapa tidak ada langkah-langkah dari pak PJ. Gubernur, oleh karena itu kami mendesak Mendagri untuk segera mencopot PJ. Gubernur Sultra dari jabatannya, Pj. Gubernur Sultra segera angkat kaki dari bumi anoa,” tegasnya.
TIM



































