SULTRALINE.ID-KENDARI
Tak Mau Lagi Jadi Penonton Politik, Ormas sekawan Kendari Pilih Berdiri Bersama PRI”

Dukungan politik terhadap Partai Rakyat Indonesia (PRI) di Sulawesi Tenggara terus bertambah. Kali ini, dukungan datang dari kalangan penyandang disabilitas tunanetra dan komunitas pemulung yang tergabung dalam Komunitas Sekawan Kota Kendari.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Sekretariat Bersama Perjuangan Kendari, Kamis (25/6/2026), Ketua Komunitas Sekawan Disabilitas Tunanetra Kota Kendari, Junaid, secara terbuka menyatakan dukungan kepada Partai Rakyat Indonesia dan menyatakan kesiapan komunitasnya untuk ikut berjuang bersama PRI menuju Pemilu 2029.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena untuk pertama kalinya kelompok penyandang disabilitas tunanetra yang tergabung dalam komunitas tersebut secara terbuka menyatakan sikap politiknya terhadap kehadiran PRI di Sulawesi Tenggara
“Saya Rakyat Indonesia, PRI Partai Saya!” tegas Junaid di hadapan pengurus PRI Sultra.
Junaid mengatakan, kehadiran PRI membawa harapan baru bagi penyandang disabilitas yang selama ini menginginkan adanya ruang politik yang lebih terbuka dan memperjuangkan kepentingan kelompok rentan.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, termasuk hak atas pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik, aksesibilitas, kesejahteraan sosial, serta hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik dan pemerintahan
Sebagai bentuk keseriusan dukungan, Junaid juga menyerahkan dokumen kependudukan untuk kebutuhan verifikasi internal partai.
Sementara itu, Sekretaris DPD PRI Sulawesi Tenggara menyambut baik dukungan tersebut dan menyebutnya sebagai energi baru bagi perjuangan PRI di Bumi Anoa.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari saudara-saudara kami penyandang disabilitas dan komunitas masyarakat akar rumput. Ini menunjukkan bahwa PRI mulai dipercaya sebagai wadah perjuangan rakyat yang mengedepankan kesetaraan, keadilan sosial, dan keterlibatan semua elemen masyarakat dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PRI akan terus membuka ruang seluas-luasnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum mendapatkan representasi politik yang memadai.
Masuknya dukungan dari komunitas disabilitas dan pemulung Kota Kendari dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan Partai Rakyat Indonesia di Sulawesi Tenggara. Dukungan tersebut sekaligus memperkuat basis konsolidasi PRI dalam menghadapi agenda politik menuju Pemilu 2029.
Pengamat menilai, keterlibatan kelompok disabilitas dalam dinamika politik daerah menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran politik masyarakat untuk memperjuangkan hak dan kepentingannya melalui jalur demokrasi.
Liputan: Hamid
Editor: Titah



































