Sen. Mei 25th, 2020

Dampak Pandemi Covid-19, BEM Teknik Desak Rektor UHO untuk Gratiskan UKT

1 min read
img_20200523_131656_761

 

SULTRALINE.ID, KENDARI – Semenjak mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia telah memberikan banyak dampak bukan hanya segi kesehatan termasuk segi pendidikan khususnya Perguruan Tinggi yang terpaksa harus menerapkan aktivitas akademik dari jarak jauh atau melalui sistem online. Tak ada lagi tatap muka langsung guna menghindari penyebaran Covid-19.
Terlebih gejolak pandemi covid-19 masuk di Indonesia telah menggerogoti seluruh kehidupan bermasyarakat. Virus yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok ini selain merugikan dari sisi kesehatan, juga turut mempengaruhi perekonomian di Indonesia tak terkecuali Sulawesi tenggara.

 

Berbagai upaya telah di lakukan oleh pemerintah mulai dari Pembatasan Sosisal Berskala Besar (PSBB) hingga Work From House (Bekerja Dari Rumah) namun tak mampu menghadang laju perkembangan Covid 19 di Indonesia terkhusus Sulawesi tenggara. Pemerintah terus mengkampanyekan untuk tetap di rumah namun tidak di sertai dengan solusi untuk perekonomian di beberapa sektor seperti Petani, buruh, bahkan Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM).
Dengan kondisi itu Universitas Halu Oleo (UHO) pun telah mengambil kebijakan dengan memindahkan proses perkuliahan secara online. Namun perkuliahan online dinilai efektif. Terlebih telah membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebelum mewabahnya Corona dengan nominal yang cukup bervariasi.

 

Berdasarkan pertimbangan tersebut, banyak mahasiswa yang meminta ada keringanan UKT, apalagi saat ini situasi masih mewabahnya Covid-19 yang melumpuhkan berbagai aspek.

 

Seperti yang disampaikan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik LM. Rahmat Manangkiri, yang mendesak Rektor UHO untuk menggratiskan UKT tahun ajaran semester ganjil 2020.

 

(Ketua BEM Fakultas Teknik UHO, LM Rahmat Manangkiri)
(Ketua BEM Fakultas Teknik UHO, LM Rahmat Manangkiri)

 

Menurutnya, tersebut semestinya dilakukan terlebih Orang tua mahasiswa yang telah membayarkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya harus membiayai lagi kuota internet untuk kuliah online. Dan bukan hanya itu, mahasiswa juga akan di perhadapkan dengan pembayaran UKT semester selanjutnya di tengah pembatasan sosial dan kesulitan ekonomi yang di hadapi oleh orang tua mahasiswa di momen pandemi covid 19 ini.
“Namun sebelum jauh melangkah, ada tiga hal pokok yang harus di pahami berdasakan UU No. 12 thn 2012 tentang Pendidikan tinggi : 1. Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dasar penyusunan pada Pasal 88 ayat 1 UU No. 12 thn 2012. BKT adalah biaya keseluruhan operasional yang terkait langsung dengan proses pembelajaran mahasiswa per semester pada program studi di PTN yang di tetapkan oleh pemerintah. 2. Uang Kuliah Tunggal (UKT) dasar penyusunan pada pasal 88 ayat 3 dan 4 UU No. 12 thn 2012 UKT adalah Sebagian BKT yang di bebankan kepada mahasiswa berdasarkan kemampuan eknominya.
3. Biaya Operasional Perguruan tinggi (BOPTN) dasar penyusunan pada pasal 98 ayat 5 dan 6 UU No. 12 thn 2012 BOPTN adalah biaya subsidi Pendidikan dari pemerintah Dari 3 pokok itu sehingga lahirlah rumus BKT= UKT + BOPTN. Maka BKT inilah anggaran yang di gunakan per mahasiswa tiap semsternya. Yang menjadi pertanyaan adalah BKT untuk semester sebelumnya diperuntukan kemana? Karena 1 bulan paskah pembayaran UKT mahasiswa telah di rumahkan dan di arahkan untuk kuliah online. Itupun tidak ada subsidi kuota dari kampus dan pengelolaannya pun tidak transparan,” paparnya, Sabtu (23/5/2020)
Pengratisan UKT, kata Rahmat Manangkiri, selain pertimbangan sisi kemanusiaan karena dampak dari covid-19, Rektor UHO juga harus mempertimbangkan besaran anggaran sebelumnya yang sampai sekarang belum di ketahui peruntukannya untuk menetapkan UKT semester ke depan ini.

 

“Kami juga mendesak Rektor UHO agar mengendepankan asas transparansi dalam mengelola uang negara,” tegasnya.
Laporan : TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *