Program Pertukaran mahasiswa adalah salah satu pengalaman yang paling dinanti oleh para pelajar di seluruh dunia. Dalam konteks Indonesia, program Pertukaran Mahasiswa Merdeka telah menjadi kesempatan yang sangat diharapkan untuk menggali pengalaman akademik dan budaya yang berharga. Saya Reffi Anggriani Mahasiswa S1 Teknik Pertambangan FMIPA-UHO sangat beruntung mendapatkan kesempatan untuk mengikuti modul Nusantara selama pertukaran mahasiswa di daerah Jember, sebuah pengalaman yang benar-benar mengubah hidup saya.
Pada awalnya, saya merasa sangat gugup dan tidak yakin apa yang akan saya temui di Jember. Namun, semangat untuk menghadapi tantangan baru, belajar tentang budaya dan tradisi baru, serta menjalin hubungan dengan mahasiswa lokal membuat saya sangat bersemangat. Modul Nusan Tara adalah bagian penting dari program Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang budaya dan kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia. Jember, yang terletak di Provinsi Jawa Timur, memiliki banyak potensi yang menarik untuk dieksplorasi.
Saat pertama kali tiba di Jember, saya langsung merasa disambut dengan hangat oleh mahasiswa dan warga setempat. Mereka sangat ramah dan antusias untuk berbagi pengalaman mereka dengan saya. Selama beberapa minggu pertama, saya tinggal di rumah salah satu keluarga angkat yang menjadi tuan rumah bagi kami, mahasiswa pertukaran. Mereka membantu saya merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Jember, mulai dari kegiatan pertanian hingga tradisi budaya yang unik.
Selama masa pembelajaran kami di Kota Jember dengan mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, kami mendapat mata kuliah modul Nusantara yang mana kami diajak untuk mengenal dan mengetahui budaya-budaya yang ada di kota Jember. Kami mahasiswa PMM 3 Universitas Jember telah melaksanakan mata kuliah modul Nusantara selama kurang lebih 2 bulan dengan berbagai kegiatan yang banyak akan pembelajaran.
Ask Me Evryting
Kegiatan yang dilakukan saat Kebinekaan 1 “Ask Me Everyting” adalah belajar dan bermain, dimana kami sebagai mahasiswa PMM 3 mampu mengenali lebih jauh bagaimana tradisi serta apa-apa saja yang menjadi bagian menarik dari daerah asal masing-masing mahasiswa PMM 3 dengan cara kami saling bertukar cerita serta saling bertanya mengenai hal-hal yang ingin kami ketahui dari daerang masing-masing mahasiswa berasal. Proses kegiatan saan kebinekaan 1 ini sangat interaktif dimana semua mahasiswa PMM 3 mampu berbicara dan bertanya dan kemudian mampu pula menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswa lainnya dan tidak lupa pula setelah kegiatan kebinekaan 1 telah berakhir kami melanjutkan makan bersama yang membuat kami merasa bahwa kami memang berbeda namun disisi lain kami adalah saudara setanah air.
Mana Permainanmu
Kegiatan “Mana Permainanmu” dilakuakan di lapangan dengan metode permainan yang dilakukan secara beregu atau team dimana setiap regu terdiri atas 6 orang dan terdiri atas 4 regu. Sebelum melakukan permainan kami terlebih dahulu mempersiapkan daerah bergaris yang akan kami gunakan untuk permainan dimana kami menyiapkannya dengan mengaitkan tali demi tali kemudian dikaitkan dipaku dan pakunya ditancapkan di tanah, selanjutnya kami membuat beberapa kotak sampai dengan memenuhi jumlah yang diinginkan. setelah selesai melakukan persiapkan untuk bermain gobak sodor kami melakukan suit atau mengundi regu manakah yang akan memulai permainannya terlebih dahulu. setelah itu kami memainkannya sampai dengan ada regu yang mampu melewati finish tanpa terkena tangkap oleh regu penjaga.
Siapakah Aku
Kegiatan “Siapakah Aku” merupakan kegiatan refleksi 1 yang dilakukan dengan menonton film pendek yang berisikan mengenai keberagaman kepercayaan yang ada di indonesia, dimana pada film pendek tersebut menceritakan tentang adanya kepercayaan di darah sumba yakni kepercayaan marapu yang dimana pada kepercayaan tersebut menganut kepercayaan kepada leluhur selain kepercayaan marapu terdapat pula kepercayaan Aliran Kebatinan PERJALANAN yang berada di daerah Cianjur yang mana aliran kepercayaan ini meyakini ajaran tentang keyakinan Tuhan Yang Maha Esa dan mengajarkan tentang perjalanan menuju Tuhan YMA. pada film pendek ini juga diceritakan pengalaman diskriminasi yang dialami oleh masyarakat yang memeluk aliran kepercayaan tersebut. dimana film ini dibuat untuk menyuarakan keadilan kepada rakyat.
Budaya Dalam Slide
Kegiatan kebhinekaan yang dilakukan pada minggu ke 2 ini adalah budaya dalam slide : cerita dari daerah kami dimana kegiatan dilakukan dalam gedung ruang perkuliahan. pada kegiatan kebhinekaan 3 ini semua mahasiswa peserta PMM 3 melakukan presentasi dengan menggunakan slide PPT yang telah dibuah secara individu ataupun berkelompok, ketika melakukan presentasi mahasiswa menjelaskan mengenai hal-hal menarik yang ada di daerah masing-masing mulai dari adat istiadat, kebudayaan, pakaian, rumah, makanan dan tempat wisata yang ada didaerah. setelah melakukan presentasi akan dibuka sesi diskusi yang kemudian akan ada beberapa pertanyaan yang muncul dan akan dijawab oleh presenter. kemudian akan berlanjut terus-menerus sampai semua mahasiswa menyelesaikan presentasinya.
Ruang Kreatif
Kegiatan “Ruang Kreatif” ini dilakukan di dalam ruang kuliah dengan metode berkelompok, jadi kami di kelompok 3 terdapat 24 mahasiswa yang kemudian dibagi ke dalam 3 kelompok. Setiap kelompok membuat suatu karya seni ataupun menggambarkan diatas kertas gambar apa yang menjadi hal menarik di daerah masing-masing, dalam proses membuat suatu karya seni ataupun gambaran dilakukan secara individu. Setelah menyelesaikan karya seni yang dibuatnya masing-masing kelompok dengan satu perwakilannya akan mempresentasikan karya seni yang telah dibuatnya. Dari kelompok satu di wakili oleh Yogi Baarata yang berasal dari Sulawesi Tenggara khusunya di Kabupaten Muna dengan mempersembahkan lagu daerah yang berjudul OOO TAMPO, Kemudian dari kelompok dua diwakili oleh Yogi Fjar Darmawan yang berasal dari Jambi dengan mempersembahkan pantun khas Daerah Jambi, dan yang terakhir kelompok tiga diwakilkan oleh Melani dengan mempersembahkan gambaran masakan khas daerah sulawesi barat khusunya di wilayah Mandar yakni Bau Peapi (Ikan rebus kuah kuning).
Jenis – Jenis Literasi
Kegiatan refleksi kedua ini dengan judul Jenis-jenis “Literasi yakni Literasi” Digital ini dilakukan dalam ruang kuliah dengan narasumber yang begitu humble, kegiatan di buka oleh DPL dan Mentor dan kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh narasumber yakni Ibu Herlin. setelah selesai dalam memaparkan materi dibuka seso diskusi yang kemudian banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa. Pada kegiatan kali ini suasana sangat interaktif dengan pembahasan diskusi yang cukup menarik bagi kami para mahasiswa yang tentunya juga sangat membutuhkan materi literasi digital ini.
Pohon Kehidupan
Gambaran kegiatan pada kebhinekaan 5 yakni “Pohon Kehidupan” ini cukup padat, dimana kelompok 3 PMM inbound Universitas Jember berangkat pada pukul 16.00 WIB kemudian setelah tiba dilokasi kami bergotong royong untuk mempersiapkan makan malam mulai dari memasak nasi, memanggang sosis, somay, jagung dan tidak lupa pula kami selalu bergotong royong pada setiap kegiatan. setelah menyelesaikan kegiatan memasak kami makan malam bersama dan kemudian kami bersih-bersih dan istirahat. kemudian keesokan hari di pagi hari kami bangun shalat subuh bagi yang menjalankannya dan kami menikmati sunrise. setelah pukul 07.00 -08.00 kami sarapan dan setelah sarapan kami diberi waktu untuk beres-beres diri mulai dari mandi dan lain-lain setelah itu kami berkumpul dan akan memulai melaksanakan kegiatan pohon kehidupanku. pertama-tama kami melakukan kunjungan ke taman bunga sembari mentor kami menjelaskan beberapa kebudayaan wilayah sekitar kemudian kami beranjak ke taman bermain dimana pada taman bermain tersebut kami diberi kesempatan untuk mengekspresikan segala aktivitas dan kegembiraan kami.
Keanekaragaman Lagu Daerah
Pada kegiatan kebhinekaan 6 yakni “Keragaman Lagu Daerah” ini kegiatan dilakukan di pantai puger dengan nuansa alam pegunungan dan kapal-kapal nelayan, disamping kami mahasiswa PMM dan juga Mentor serta Dosen Modul Nusantara Nurul Dwi Novikarumsari, S.P., M.Si. melihat pemandangan yang sangat menawan kami juga melakukan kegiatan mengenal lagu-lagu khas negara Indonesia dengan mendengar, menebak dan bernyanyi bersama. Kegiatan dilakukan dengan metode mendengarkan dan menebak lagu daerah di Indonesia secara berkelompok. Setiap kelompok akan berlatih menyanyikan lagu daerah yang telah dipelajari kemudian setiap kelompok akan tampil di depan seluruh peserta dan didepan ibu Nurul Dwi Novikarumsari, S.P., M.Si. beserta mentor, menyajikan lagu dan menceritakan latar belakangnya bagaimana lagu itu bisa tercipta dan apa makna dari lagu tersebut. Selain itu mahasiswa diminta menganalisis kondisi alam sekitar di daerah pantai puger.
Selain kegiatan-kegiatan di atas masih banyak kegiatan yang kami lakukan untuk mengenal kebudayaan daerah Jember. Namun, pertukaran mahasiswa tidak hanya tentang belajar dan menjelajah. Ini juga merupakan kesempatan untuk menjalin hubungan yang erat dengan mahasiswa lokal dan warga setempat. Selama pertukaran di Jember, saya menjadi bagian dari komunitas yang sangat ramah dan hangat. Kami sering menghabiskan waktu bersama, berbagi cerita, dan belajar satu sama lain. Hubungan ini sangat berharga dan akan selalu saya ingat.
Pertukaran mahasiswa di Jember juga memberi saya kesempatan untuk memahami lebih dalam tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di daerah tersebut. Saya belajar tentang masalah-masalah seperti pertanian, pendidikan, dan keberlanjutan lingkungan. Ini membuat saya lebih sadar akan peran mahasiswa dalam memecahkan masalah-masalah ini dan memberikan dampak positif pada masyarakat.
Dalam beberapa bulan yang saya habiskan di Jember, saya merasa telah tumbuh dan berkembang sebagai individu. Saya tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang budaya dan tradisi Jember, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial, keberanian untuk menghadapi tantangan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda. Pengalaman ini benar-benar mengubah hidup saya dan membantu saya menjadi pribadi yang lebih terbuka, berpengetahuan, dan peduli tentang dunia di sekitar saya.
Saat saya memikirkan pengalaman selama modul Nusantara pertukaran mahasiswa di kota Jember, saya merasa sangat bersyukur telah mendapat kesempatan ini. Saya ingin berterima kasih kepada semua yang telah mendukung saya selama program ini, baik teman-teman mahasiswa, dosen pembimbing, keluarga angkat, dan masyarakat setempat. Pengalaman ini tidak hanya memberi saya kenangan indah, tetapi juga membuka mata saya tentang berbagai realitas yang ada di Indonesia.
Saya yakin bahwa pengalaman ini akan membantu saya menjadi individu yang lebih baik dan memberi saya pemahaman yang lebih dalam tentang betapa beragamnya budaya dan kehidupan di seluruh Indonesia. Saya berharap dapat terus belajar dan berproses hingga mampu memahami makna dari kehidupan yang sesungguhnya.





































