SULTRALINE.ID, KENDARI – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara (Sultra)
mengingatkan masyarakat agar waspada potensi cuaca ekstrem di hampir semua wilayah di Sultra dalam sepekan ke depan, yakni sejak 25 hingga 28 Agustus 2029.
Cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi, yakni hujan disertai petir dan angin kencang.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Kendari, BMKG Sultra, Sugeng Widarko, mengatakan ”
“Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan aktivitas dinamika atmosfer seperti aktifnya gelombang equatorial type Low dan Rosby di Sulawesi tenggara Bersamaan dengan itu Massa udara basah Lapisan rendah terkonsentrasi di wilayah Sulawesi Tenggara sampai lapisan 700 mb mencapai 70 – 90%, Index labilitas ringan sampai sedang dan pola konvektif skala lokal di wilayah Sulawesi Tenggara, beserta hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah sekitar Sulawesi Tenggara terutama bagian Perairan Baubau, Perairan Wakatobi, Perairan Manui Kendari dan Laut Banda, sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan cukup tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara. Berdasarkan pantauan pergerakan angin atau streamlinenya terpantau pergerakan angin dari Timur hingga Selatan memasuki Laut Banda Timur Sulawesi, Perairan Wakatobi, Perairan Bau bau , dan Perairan Manui Kendari dengan kecepatan angin >20 Knots,” tulis Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Kendari, BMKG Sultra, Sugeng Widarko dalam keterangan persnya, Kamis (25 Agustus 2022).
Melihat kondisi tersebut, kata ia, pada 25 Agustus ada beberapa wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem diantaranya; Kota Kendari, Kabupaten Konawe kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe dan Kolaka Timur.
Lanjut ia untuk 26 Agustus 2022 yang berpotensi cuaca ekstrem terdiri Kendari, Konawe kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe dan Buton Utara. 27 Agustus 2022 berpotensi Kendari, Konawe kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe, Buton Utara, dan Kolaka Timur. Sementara pada 28 Agustus 2022 akan terjadi di Konawe Utara dan Konawe.
“Potensi cuaca berupa angin kencang yang dapat mencapai diatas 20 knot, sehingga berpotensi gelombang dengan Tinggi Gelombang 1.25– 2.5 meter atau Kategori gelombang Sedang) terjadi di wilayah sebagai berikut; Tanggal 25 Agustus 2022 di wilayah Perairan Manui Kendari bagian Barat, Teluk Tolo bagian Barat, Perairan banggai bagian Utara, Perairan Baubau bagian Selatan. Kemudian Tanggal 26 Agustus 2022 di wilayah Perairan Baubau bagian Utara dan Selatan, Perairan Manui Kendari bagian Barat, Teluk Tolo bagian Barat dan Timur, Perairan banggai bagian Selatan, Perairan Selatan Wakatobi bagian Barat. Untuk Tanggal 27 Agustus 2022 di wilayah Perairan Baubau bagian Utara dan Selatan, Perairan Manui Kendari bagian Barat, Teluk Tolo bagian Barat dan Timur, Perairan banggai bagian Selatan, Laut Banda Timur Sultra bagian utara,timur,barat dan selatan, Perairan Selatan Wakatobi bagian Barat dan Timur dan Perairan Utara Wakatobi bagian Barat dan Timur. Serta pada Tanggal 28 Agustus 2022 di wilayah Perairan Manui Kendari bagian Timur, Laut Banda Timur Sultra bagian utara,timur,barat dan selatan, Perairan Selatan Wakatobi bagian Barat dan Timur, Perairan Utara Wakatobi bagian Barat dan Timur. Sementara untuk Tinggi Gelombang 2.5 – 4.0 meter atau Kategori gelombang Tinggi terjadi di wilayah sebagai berikut : Tanggal 25 Agustus 2022 di wilayah Laut Banda Timur Sultra bagian utara,timur,barat dan selatan, Perairan Selatan Wakatobi bagian Barat dan Timur, Perairan Utara Wakatobi bagian Barat dan Timur, Perairan Manui Kendari bagian Timur, Teluk Tolo bagian Timur, Perairan Banggai bagian Selatan dan Perairan Baubau bagian Utara. Tanggal 26 Agustus 2022 di wilayah Laut Banda Timur Sultra bagian utara,timur,barat dan selatan, Perairan Selatan Wakatobi bagian Timur, Perairan Utara Wakatobi bagian Barat dan Timur, dan Perairan Manui Kendari bagian Timur,” urainya.
Olehnya itu, BMKG Provinsi Sulawesi tenggara menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada Khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang dapat memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.
“Harap diperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran dan Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi Perairan Manui Kendari , Perairan Baubau, Perairan Wakatobi, Perairan banggai bag Selatan, Teluk Tolo dan Laut Banda Timur Sultra) agar tetap selalu waspada, terutama mulai tanggal 25 Agustus 2022,” tutupnya.



































