SULTRALINE.ID, MUNA – Puluhan orang yang tergabung dalam kesatuan Pemuda Pemerhati Masyarakat Labunia menggelar aksi unjuk rasa atas dugaan adanya kenakalan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terletak di Kelurahan Labunia, Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Kamis (25 Agustus 2022).
Terlihat aksi yang mengambil rute dari perempatan Fery Pure menuju Polsek Pure dan SPBU Kelurahan Labunia, Wakorsel, Kabupaten Muna. Di Polsek Pure mereka menyampaikan kepada aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti dugaan permainan nakal SBPU tersebut karena telah merugikan masyarakat yang ingin mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite selalu mengalami kekosongan, jika pun ada akan cepat habis karena adanya penimbun dengan menggunakan jerigen yang dimuat didalam mobil minibus dan pick up sebagai menampung.
“Akibatnya ada permainan tersebut sehingga kami sebagai masyarakat sangat dirugikan karena ketika masyarakat untuk mengisi pasti selalu habis, sehingga membeli di kios-kios pengecer BBM dengan harga yang jauh lebih tinggi dari SPBU,” ungkap Korlap 1 Iyon.
“Ini jelas melanggar peraturan pemerintah nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, harga jual eceran BBM serta edaran Pertamina nomor 553 tahun 2022 tentang larangan pelayanan pembelian pembelian pertalite melalui jerigen,” tegasnya.
Dengan dasar itu, mereka meminta ketegasan dari kepolisian Polsek Pure agar tidak tinggal diam dengan kondisi yang sudah lama terjadi tersebut. Sehingga mereka menduga adanya kerjasama antara pemilik SPBU dan Kepolisian karena terkesan adanya pembiaran.
“Ini merupakan tindakan melawan hukum, olehnya kami minta ketegasan kepolisian untuk tidak bermain-main dengan ini atau membiarkan ini, karena jelas ini sangat merugikan masyarakat,” tegasnya.
“Apalagi Kapolri sudah menegaskan untuk menindaki jika adanya permainan BBM yang merugikan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu di lokasi SBPU Labunia, Kecamatan Wakorsel terlihat tutup tanpa adanya aktivitas pengisian. Namun massa aksi berjanji akan kembali menggelar aksi dengan membawa massa yang lebih banyak lagi.
Awak media ini juga mencoba menghubungi pihak Pertamina dalam hal ini Humas PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi guna menginformasikan sekaligus meminta tanggapan, namun belum ada jawaban.
Laporan: TIM



































