SULTRALINE.ID, KOLAKA – Tim Kosabangsa Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka dan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan kegiatan pelatihan pengolahan ikan menjadi abon dan bakso ikan kepada kelompok pengolah ikan Mekar Jaya di Kelurahan Tahoa, Kabupaten Kolaka, beberapa waktu yang lalu.
Ketua tim Pelaksana Kosabangsa, La Ode Abdul Fajar Hasidu, S.Si., M.Si. mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari topik utama kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Terintegrasi Peningkatan Pendapatan dan Kesehatan Masyarakat Pesisir Kelurahan Tahoa.
“Selain itu, kegiatan ini juga merupakan wujud keseriusan sivitas akademika USN Kolaka untuk melakukan kolaborasi antar perguruan tingggi maupun kolaborasi bersama Pemda dan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) dalam mengatasi permasalahan di masyarakat. Untuk mitra kegiatan, Tim Kosabangsa USN Kolaka dan UHO ini menggandeng mitra Pemda Kolaka (Dinas Perikanan Kolaka dan Lurah Tahoa), serta melibatkan beberapa dosen lintas fakultas di USN Kolaka,” terangnya.
Sementara itu, Anggota tim pelaksana, Dr. Ir. Ramlah, M.Si menambahkan bahwa kegiatan Kosabangsa ini sejatinya telah dimulai sejak juni 2023 lalu saat proses seleksi program Kosabangsa dari DRTPM.
Lanjut ia, Dosen yang bergabung di dalam tim ini telah melakukan survey mengenai permasalahan yang ada di masyarakat Kelurahan Tahoa, khususnya mitra Kelompok Pengolah Ikan Mekar Jaya, dan Kelompok Nelayan Sipatuo. “Khusus Kelompok untuk Pengolah Ikan Mekar Jaya, ada beberapa poin permasalahan yang dihadapi oleh mitra yakni minimnya keterampilan dalam pengolahan ikan (masih sebatas abon), fasilitas produksi yang seadanya, produk yang dihasilkan kelompok belum memiliki packaging, branding, labeling yang baik, produk belum memiliki sertifikat halal, serta produk yang dihasilkan belum memiliki informasi tambahan seperti informasi nilai gizi produk,” tukasnya
Ditempat yang sama Mitra Kerja Sama, dalam hal ini, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kolaka, Ir. Agus Salim Pamus, MP, mengatakan bahwa sejatinya kegiatan ini sangat relevan dengan program kerja Dinas Perikanan Kabupaten Kolaka.
Ia berharap semoga dengan adanya pelatihan diversifikasi olahan ikan ini dapat meningkatkan minat masyarakat dalam mengkonsumsi ikan, mengingat nilai gizi ikan yang sangat tinggi yang dapat membantu tumbuh kembang masyarakat, khususnya anak-anak.

Selain itu, Ketua Tim Pendamping dari LPPM Universitas Halu Oleo, Dr. H. La Aba, M.Si berharap dengan adanya program pelatihan olahan ikan ini, diharapkan ibu-ibu yang tergabung ke dalam kelompok ini benar-benar memanfaatkan program ini serta memanfaatkan fasilitas yang diberikan untuk menunjang produktivitas kelompok, sehingga kegiatan produksi dari kelompok ini bisa terus berjalan.
“Selain itu, kedepannya diharapkan tim pelaksana dapat membantu mitra dalam pengurusan HKI produk olahan, terlebih merek produknya mengangkat kearifan lokal Kolaka, dengan memberi nama ‘bakso dan Abon Owete Meambo’,” katanya.
Di akhir rangkaian kegiatan pelatihan, Iis Afrianty, S.ST., M.Keb yang juga Anggota Tim Pelaksana mengatakan bahwa saat ini, produk olahan “Bakso Owete Meambo” dan “Abon Owete Meambo” telah mengantongi hasil analisis laboratorium mengenai nilai gizi yang terkandung di dalam produk abon dan bakso, serta akan dilakukan audit Halal oleh MUI Sulawesi Tenggara yang akan dijadwalkan awal November mendatang.
“Semoga kegiatannya berjalan lancar dan produk mitra dapat memperoleh sertifikat halal dari MUI, dan pada akhirnya produksi olahan ikan berupa abon dan bakso dari mitra Kelompok Pengolah Ikan Mekar Jaya dapat meningkat,” pungkasnya.
Editor: Irdwan Jeko



































