SULTRALINE.ID, KENDARI – Anggota DPRD Kota Kendari terpilih periode 2024-2029, H. Ishak Ismail, SH secara resmi mengembalikan berkas pendaftaran di Sekretariat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin 3 Juni 2024.
Terlebih dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 kemarin, PDIP berhasil meraih 5 kursi. Terkhusus untuk H. Ishak Ismail, SH berhasil mendapatkan total suara 3700 suara di Dapil II Kecamatan Kendari – Kendari Barat.
Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Kendari ini menyatakan siap bertempur dalam Pemilihan Wali Kota Kendari 2024 sebagai calon Wali Kota.
“Jadi hari ini saya secara resmi mengembalikan berkas pendaftaran, sebagai bukti keseriusan saya ingin mengajak PSI untuk sama-sama dalam pemenangan dalam Pemilihan Wali Kota Kendari,” ujar Pria yang akrab disapa ‘Anak Lorong’ ini.
Menurutnya, sebagai parpol yang memiliki kursi di legislatif ingin merangkul PSI yang terkenal dengan partainya anak muda. Terlebih lanjut ia, Kota Kendari saat ini mayoritas pemilih kalangan muda yakni Generasi Milenial dan Generasi Z.
“Dengan harapan suara anak-anak muda di Kota Kendari bisa bersama kami melalui PSI, yang tentunya kita memiliki pemahaman yang sama dalam membangun Kota Kendari kedepannya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PSI Kota Kendari, Andi Akrim menyambut baik atas keseriusan Anak Lorong meminang PSi dalam Pilwali. Walau partainya saat ini tidak memiliki kursi, tapi ‘Anak Lorong’ mau bersama-sama berkolaborasi dalam membangun Kota Kendari kedepannya.
“Insyaallah kami akan segera bergerak dalam memenangkan Anak Lorong dalam Pemilihan Wali Kota, artinya kami akan all out betul,” pungkasnya.
Sebelumnya, H. Ishak Ismail secara resmi mendaftar di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai bakal calon Wali Kota Kendari periode 2024-2029, pada Kamis 30 Mei 2024.
Dalam pendaftaran tersebut, pemilik tagline ‘Anak Lorong Kendari’ diwakilkan Liaison Officer (LO) nya Fajrul Khairullah dan rombongan yang disambut langsung Sekretaris DPW PSI Sultra, Muh. Arafat Yunus dan jajaran pengurus PSI.
Editor: Irdwan Jeko



































