Jum. Jan 22nd, 2021

Aliansi Mahasiswa Kolaka Utara Desak Polda Sultra menindak PT.Kurnia Mining Resource yang diduga melakukan Ilegal Mining

1 min read
img-20210108-wa0105

SULTRALINE.ID, KENDARI – Puluhan Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kolaka Utara menggelar aksi demonstrasi di Polda Sulawesi tenggara dan Kantor Pusat PT Kurnia Mining Resource yang beralamat di Jalan Balai kota III Kendari.

Dalam aksinya, massa mendesak agar pihak Kapolda Sultra dan dinas terkait Melakukan sidak langsung ke lokasi pertambangan yakni PT Kurnia Mining Resource yang di duga melakukan aktivitas pertambangan di luar IUP PT Kurnia Mining Resource tersebut { ilegal mining } dan melakukan pengangkutan ore nikel yang secara ilegal yang tidak memiliki izin.

Koordinator Lapangan, Egi mengatakan pihaknya datang untuk meminta agar polda sultra dan pihak terkait untuk mengusut tuntas, karena dugaan kami PT Kurnia Mining Resource melakukan aktivitas pemuatan hasil tambang tanpa izin operasional terminal khusus dari kementerian perhubungan dan kelautan dan itu sudah sangat melanggar dari UU nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, khususya pada pasal 297 ayat (2) yang berbunyi : Setiap orang yang memanfaatkan garis pantai melakukan kegiatan tambat kapal dan bongkar muat barang atau menaikkan dan menurunkan penumpang untuk kepentingan sendiri ilegal sebagaimana yang di maksud pasal 339 pidana dengan pidana penjara paling lambat 2 (dua) tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 300.000.000 (tiga ratus juta)
Kami meminta Semua pihak harus mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas penambangan ilegal yang akan berdampak buruk jangka panjang pada lingkungan di kolaka utara sehingga kolaka utara terbebas dari mafia mafia tambang yang hanya memamfaatkan kekayaan alam bumi patampanua tersebut” katanya.
Menurut Egi bahwa Gerakan ini didasari karena melihat kondisi bumi kolaka utara yang di eksploitasi oleh mafia mafia tambang yang tidak bertanggung jawab, kami juga perlu tegaskan bahwa kami tidak pernah menolak tambang tapi yang kami tolak adalah tambang yang tidak memiliki dokumen resmi secara hukum ( ILEGAL ).

“Agar pemanfaatan sumber daya alam dapat maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar tambang, khususnya, bangsa dan negara. Maka itu kami meminta pertanggung jawaban dari pihak PT. Kurnia Mining Resource yang telah ‘memperkosa’ Bumi Patowonua yang kita cintai, karena ulahnya pula kami menuntut agar angkat kaki dan menghentikan aktifitas pertambangannya ” Tegas Egi.

Egi Selaku Koordinator Aksi Juga Menyampaikan Harapannya selaku Pemuda Kolaka Utara kepada semua pihak terkait agar jangan kecewakan masyarakat, jangan berada di pihak perusahaan, manapun, mari kita tata bersama dan menjaga sumber daya alam kita yang subur ini .


Laporan : Ismar Indarsyah

€sl Promotion

€sl Promotion