SULTRALINE.ID, KOLUT – Gotong royong merupakan istilah Indonesia untuk bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan.
Seperti yang ditunjukkan masyarakat Desa Walasiho, desa letawe dan petani-petani yang mempunyai kebun di gunung Lalonggowuna pada hari sabtu 27 juni 2020 lalu melakukan aksi gotongroyong guna memperbaiki akses jalan perkebunan di gunung lalonggowuna. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi jalan agar tetap optimal demi memudahkan dan lancarnya aktivitas petani kakao, cengkeh dan lainnya.
Awan Bulgia salah satu pemuda Desa Walasiho yang ikut serta dalam aksi gotongroyong tersebut mengatakan, jalan yang diperbaiki tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki untuk sementara.
“Besar haparan kedepannya jalan tersebut dapat lebih diperhatikan oleh pemerintah yang terkait agar lebih optimal lagi, sebab di kolaka utara sangat dominan mata pencarian masyarakat adalah petani cengkeh dan kakao ini juga adalah salah satu sumber ekonomi masyarakat kabupaten kolaka utara dalam menunjang kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Masyarakat yang bergotongroyong berjumlah sekitar 20 orang. Tidak semua petani yang mempunyai kebun di gunung lalongguwuna ikut serta bergotongroyong, hal ini bisa terjadi karena masih kurangnya kesadaran dari sebagian petani untuk bergotongroyong padahal ini adalah kepentingan para petani itu sendiri.
Para petani yang ikut gotongroyong sangat berharap agar gotongroyong selanjutnya semua petani yang menggunakan akses jalan tersebut dapat menyempatkan waktunya untuk terjun langsung kelapangan dalam hal bergotongroyong karena kalau jalan tersebut rusak maka itu adalah kesulitan untuk semua yang melaluinya dan bila jalan bagus maka kemudahan untuk semua yang menggunakannya.
Laporan : TIM



































