SULTRALINE. ID , KENDARI – Puluhan perawat di Sulawesi tenggara (Sultra) yang mengatasnamakan diri dalam Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Sultra mengelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra.
Kedatanaan mereka di kantor DPRD Sultra menuntut pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra untuk menghapus tenaga sukarela, karena tidak sesuai dengan UU Ketenagakerjaan dan standar UMR yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub, serta menindaklanjuti aksi 163 oleh GNPHI yang berlangsung di gedung DPR/MPR RI pada 16 Maret 2017 lalu.
”Stop diskriminasi terhadap perawat, berikan upah layak bagi perawat, hapus sistem tenaga kerja sukarela dan instansi pemerintah dan berikan jaminan kesehatan kepada perawat honorer,” ungkap Koordinator lapangan Wayan Sukanta saat beorasi di DPRD Sultra, Senin (2/10/2017).
Mereka juga mendesak kepada Anggota DPRD Sultra untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pemrov Sultra terkait status tenaga honorer dan sukarela yang digaji dibawah minimum,
“Kami berharap DPRD Sultra segera mengagendakan RDP dengan Pemprov Sultra. Jika tuntutan kami tidak disahuti, kami akan turun dengan massa yang jumlah banyak,” tambah Wayan
Sementara orator lainnya Kiki mengancam akan menyegel Kantor DPRD Sultra jika aspirasi mereka tidak disahuti.
“Kami sudah kedua kalinya kesini tapi lagi – lagi Anggota Dewan tidak ada sama sekali, kemana mereka, ” ujarnya
Setelah lama berorasi akhirnya mereka diterima Kabag Humas Sekretariat DPRD Sultra Ambotuo.
Ambotuo menjelaskan kepada massa aksi bahwa anggota DPRD Sultra sedang melaksanakan reses.
“Iya mereka lagi reses. Masa resesnya mereka sampai tanggal 4 Oktober 2017,” ujarnya
Ia berjanji akan mempertemukan massa aksi dengan anggota dewan untuk menyampaikan aspirasinya.
“kepada teman-teman massa saya berjanji saya akan sampaikan kepada dewan, setelah pulang reses, ” Pungkasnya
Setelah bertemu kabag Humas dan mendapatkan kejelasan kapan mereka bisa bertemu dengan Anggota DPRD, sekitar pukul 13.00 Wita itu massa aksi meninggalkan DPRD Sultra. Dan mereka berjanji datang lagi dengan masaa yang lebih banyak..
Laporan : La Irdwan

































