SULTRALINE.ID -KENDARI
Jakarta, 3 Juni 2026 – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan otomatisasi yang mengubah wajah industri dunia, gelar akademik saja tidak lagi menjadi jaminan utama dalam memenangkan persaingan kerja. Dunia usaha kini semakin menuntut sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan nyata, kompetensi terukur, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Perubahan tersebut turut dirasakan sektor kepelabuhanan yang saat ini tengah bergerak menuju era pelabuhan modern berbasis teknologi. Menyadari tantangan sekaligus peluang tersebut, Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) terus memperkuat pengembangan SDM sebagai fondasi utama dalam meningkatkan daya saing pelabuhan nasional di tingkat global.
Wakil Ketua Umum III ABUPI Bidang Pengembangan SDM Kepelabuhanan, Sakiman, menegaskan bahwa pendidikan formal tetap menjadi landasan penting dalam membangun kualitas tenaga kerja. Namun, menurutnya, hal itu harus diiringi dengan penguasaan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Dunia kepelabuhanan sedang bergerak menuju digitalisasi dan otomatisasi. Karena itu, pengembangan SDM harus dilakukan melalui pelatihan, sertifikasi profesi, pengalaman kerja, serta peningkatan kompetensi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Sakiman, penguatan kompetensi SDM juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pelayaran, yang menekankan pentingnya menciptakan SDM pelayaran yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi perkembangan teknologi serta dinamika industri.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, ABUPI terus menjalankan berbagai program strategis yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri kepelabuhanan masa kini dan masa depan. Program tersebut meliputi pelatihan teknis dan manajerial, magang industri, pendampingan profesional, sertifikasi profesi, hingga penyusunan standar kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Sementara itu, Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, menilai bahwa keberhasilan transformasi pelabuhan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengelolanya.
“Untuk membangun pelabuhan yang modern, efisien, dan berdaya saing, diperlukan SDM yang mampu beradaptasi dengan perubahan, menguasai teknologi, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan industri. Karena itu, pengembangan SDM harus menjadi prioritas bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan,” kata Liana.
Ia menambahkan, investasi terbesar dalam sektor kepelabuhanan bukan hanya pada fasilitas dan peralatan modern, melainkan juga pada peningkatan kualitas manusia yang menjadi penggerak utama aktivitas pelabuhan.
Dengan semakin kuatnya sinergi antara dunia usaha, pemerintah, perguruan tinggi, sekolah vokasi, dan lembaga pelatihan, ABUPI optimistis Indonesia mampu melahirkan talenta-talenta kepelabuhanan yang unggul, siap kerja, serta memiliki daya saing global.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat kinerja pelabuhan nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah persaingan industri maritim dunia yang semakin kompetitif.
untuk di ketahui Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) adalah wadah bagi para pengusaha nasional Indonesia serta merupakan induk organisasi dari perusahaan nasional yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan yaitu Badan Usaha Pelabuhan (BUP), Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), dan Terminal Khusus (Tersus).
Editor : Titah



































