SULTRALINE.ID, MUNA – Antusiasme tinggi peserta mewarnai pembukaan Kejuaraan Domino CUP II yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Muna, Sabtu (12/7/2025).
Turnamen ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil Ndoasa, di tengah suasana penuh semangat dan keakraban.
Dalam sambutannya, Wabup Muna memberikan apresiasi atas terselenggaranya ajang tersebut. Menurutnya, permainan domino bukan lagi sekadar hiburan rakyat, tetapi telah berkembang menjadi cabang olahraga yang diakui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Domino ini permainan rakyat, dari semua kalangan bisa ikut. Selain murah meriah, juga sarat nilai kebersamaan. Turnamen ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus peluang menjaring atlet-atlet potensial dari Sulawesi Tenggara,” ujar La Ode Asrafil.
Ia menambahkan, Pemkab Muna berencana mengangkat kejuaraan domino ke tingkat yang lebih tinggi dan menjadikannya agenda tahunan resmi pemerintah daerah.
“Melihat antusiasme masyarakat, kami menilai kegiatan ini punya potensi besar. Ke depan, Pemkab akan mengambil peran sebagai penyelenggara utama agar lebih maksimal,” tambahnya.

Kepala DPMD Muna, Fajaruddin Wunanto, selaku inisiator kegiatan, menyampaikan bahwa turnamen domino ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Muna. Menariknya, kegiatan ini tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan murni dari swadaya dan partisipasi masyarakat.
“Peserta tidak hanya datang dari Muna, tapi juga dari daerah lain seperti Baubau, Bombana, Kolaka, Konawe Selatan hingga Makassar. Total ada 320 peserta yang ambil bagian,” ungkap Fajar.
Ia juga menyebut bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pembentukan kepengurusan Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) untuk didaftarkan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), demi menjadikan domino sebagai cabang olahraga prestasi secara resmi.
Kejuaraan Domino CUP II ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga simbol kekuatan budaya lokal dan semangat kebersamaan masyarakat Sultra.
Penulis : Baharuddin.



































