SULTRALINE.ID, BAUBAU – Tukang pandai besi yang masih eksis hingga saat ini, meski hanya mengandalkan alat seadanya, ternyata menghasilkan karya yang sangat dicari oleh para kolektor pisau dan parang pemotong daging. Ia yang lebih sering disapa Bung Ulis, kini kewalahan memenuhi permintaan pelanggan.
Setiap menjelang bulan suci Ramadhan, terutama saat memasuki Idul Adha, teleponnya tidak pernah berhenti berbunyi, bahkan sering kali melalui WhatsApp. Pesanan yang datang kebanyakan berupa badik, pisau untuk menguliti kulit kambing atau sapi, hingga pisau daging.
Bung Ulis mengandalkan bahan baja bekas, seperti bar sonso yang ia temukan di penimbangan loakan. Dengan bahan-bahan bekas tersebut, ia dapat menciptakan pisau yang tidak kalah kualitasnya dengan yang dibuat dari bahan baru. Keahlian tangannya yang sudah terasah bertahun-tahun membuatnya mampu mengolah bahan-bahan tersebut menjadi pisau-pisau tajam dan awet.
Salah satu pisau yang sangat digemari oleh para konsumen adalah pisau lasah, yang menjadi favorit karena ketajamannya dan keawetannya. Meskipun bekerja dengan alat sederhana dan bahan bekas, kualitas yang dihasilkan tetap unggul, dan itulah yang membuat karya Bung Ulis terus diminati.
Penulis: Sandy Waleulu



































