SULTRALINE.ID, KENDARI – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyoroti kinerja kepolisian resort (Polres) Wakatobi. Mereka menilai Polres Wakatobi terkesan Lambat menangani kasus dugaan korupsi pengadaan bibit bawang merah.
Menurut Ketua GMNI Wakatobi Hasmin,S.H bahwa Dugaan Tindak Pidana Korupsi pengadaan bibit bawang merah bukan lagi sebagai rahasia umum hal ini dapat dilihat di berbagai rilisan pers media online.
“Bahwa sejak awal Tahun 2023 Kasus Dugaan Korupsi pengadaan bibit bawang merah pada dinas pertanian Wakatobi Tahun anggaran 2022 bergulir di polres Wakatobi namun hingga kini tidak ada kepastian hukum yang jelas serta proses hukum terkesan lambat” tutur Hasmin,S.H
Dengan hal itu, Hasmin,S.H menekankan agar Polres Wakatobi segera menuntaskan dan menindaki oknum-oknum yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut, termasuk juga menelusuri dan menindaki juga dengan tegas inisial SAH yang di diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana Korupsi pengadaan bibit bawang merah tersebut
“Bahwa roses penanganan perkara pidana sebagaimana aturan main KUHAP di mulai dari proses penyelidikan pasal 1 ayat 5, kemudian penyidikan pasal 1 ayat 2 tujuannya adalah untuk mencari, menemukan serta mengumpulkan barang bukti atas adanya dugaan peristiwa pidana untuk selanjutnya menetapkan tersangka,” terangnya.
“Bahwa ditinjau dari segi waktu serta proses hukum yang bergulir sejak awal Tahun 2023 harus nya untuk menemukan/mengumpulkan 2 barang bukti sebagai syarat menetapkan tersangka mestinya polres Wakatobi suda mampu lakukan itu agar polres Wakatobi punya sikap yang jelas dari kasus tersebut memenuhi unsur pidana atau tidaknya,” sambungnya.
Ia menegaskan, jika kasus tersebut tidak dituntaskan oleh Polres Wakatobi maka kepercayaan masyarakat terhadap penegakan supremasi hukum di Wakatobi akan sangat menurun, apalagi ini soal kasus dugaan korupsi yang jelas-jelas dapat merugikan keuangan negara dan perekonomian negara.
Olehnya itu GMNI mendesak polres Wakatobi segera tuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit bawang merah serta segera menetapkan tersangka.
“Kami juga mendesak Polda Sultra untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Wakatobi atas lambatnya penanganan dugaan tindak pidana Korupsi pengadaan bibit bawang merah serta mengevaluasi kinerja dan mencopot Kasat Reskrim polres Wakatobi yang kami duga tidak serius dalam menangani dugaan korupsi tersebut,” paparnya.
“Kami komitmen mengawal serta memantau proses hukum dari kasus tersebut kami berharap tuntutan kami agar segera di atensi secepat demi terwujudnya penegakan hukum yang seadil-adilnya kami juga dalam waktu dekat akan menggelar aksi demonstrasi di polres Wakatobi,” pungkasnya.
TIM



































