SULTRALINE.ID, KENDARI – Tim patroli Polhut Dinas Kehutanan Provinsi Sultra menemukan puluhan batang kayu yang telah diolah di hutan Nanga-nanga kelurahan Mokoau kecamatan Kambu kota Kendari, Jumat 17 November 2023.
Patroli ini dilakukan berdasarkan aduan awak media yang menemukan adanya aktivitas pengangkutan kayu olahan di hutan Nanga-nanga pada tanggal 7 November lalu.
Usai melakukan patroli saat dimintai tanggapannya Kabid Perlindungan Hutan Rafiudin mengatakan dalam patroli ini pihaknya berkoordinasi dengan KPH setempat.
“Sebagai tindak lanjut dari laporan teman-teman media, kami cek lapangan, bersama-sama KPH dan Polhut kita sama-sama turun lapangan,”.
Ia juga mengungkapkan dari hasil sidak menemukan puluhan batang kayu jenis rimba.
“Adapun kayu yang ditemukan jenis kayu rimba, ini rimba campuran, kayu-kayu ini dari pohon-pohon yang tumbuh alami, kayu ini bisa ditemukan dalam kawasan hutan dan bisa juga diluar kawasan,” ungkapnya.
Lanjutnya bahwa menindaklanjuti hal tersebut pihaknya akan membuat pengumuman.
“Ini kan temuan dan tindak lanjut kita akan buat pengumuman, karena hari ini kan kita tidak tahu siapa pemilik kayu ini,” tuturnya.
Sementara itu Kepala KPH Gularaya M Ansor Sufirman membeberkan bahwa kawasan hutan Nanga-nanga terbagi menjadi dua kawasan hutan produksi dan kawasan hutan lindung.
“Untuk zona kawasan hutan lindungnya sendiri zonanya itu zona pemanfaatan tetapi tidak boleh ada penebangan kayu, sementara untuk hutan produksi dibolehkan, Hutan Lindung sekitar 3.000 (Tiga Ribu) Hektar dan Hutan Produksi 4.000 (Empat Ribu) Hektar,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa untuk kawasan hutan nanga-nanga masih ada kawasan lainnya yang telah memiliki izin.
“Selain itu ada juga izin Gapoktan, ijin usaha pemanfaatan hutan rakyat, diberikan akses pengelolaan selama 35 (Tiga Puluh Lima) tahun dan telah dibentuk satgasnya,” tambahnya.
Pihaknya juga menuturkan bahwa pihaknya memiliki keterbatasan untuk menindak Ilegal logging.
“Kita terbatas, karena setiap kita mau melakukan penindakan terhadap pelaku ilegal logging selalu seperti ini, hanya tinggal kayunya saja kita temukan,” pungkasnya.
Penulis : Burhanuddin



































